oleh

Indonesia Siap Menjadi Tuan RumahWorld Franchise Summit

Jakarta, kicaunews.com — Setelah sukses menyelenggarakan International Franchise License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) pada awal tahun ini, Asosiasi Franchise Indonesia (AFi), akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan besar franchise di Indonesia, World Franchise Summit Indonesia (WFSI). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari perayaan menuju 29 tahun AFI dan menghadirkan sejumlah rangkaian acara pertemuan dan konferensi dI bidang franchise.

Rangkaian kegiatan WFSI akan dibuka dengan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC) Meeting yang digelar pada 22 November 2016 di Fairmont Hotel yang akan menghadirkan peserta delegasi atau member APFC yang terdiri dari 14 negara di Asia Pasifik. WFSI maupun APFC Meeting merupakan kegiatan tahunan Industri waralaba dunia dan tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dua kegiatan akbar industri franchise dunia tersebut.

Selanjutnya pada 23/ 24 November 2016 akan diselenggarakan World Franchise Summit meeting di Fairmont Hotel yang akan dihadiri oleh para Ketua dan perwakilan asosiasi franchise dari 26 negara termasuk Indonesia. Kegiatan ini akan membahas isu-isu dan kebajikan terkait waralaba dan perkembangannya di berbagai negara. Menurut Anang Sukandar selaku CEO Indonesia Franchise Association (IFA), hasiI-hasil pertemuan dan konferensi yang digelar bisa memberikan masukan berarti bagi perkembangan industri franchise di Indonesia.

Selanjutnya pada 25-27 November 2016, akan diselenggarakan pameran ”Indonesia Franchise & SME Expo” di JCC yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Enggamasto Lukita. Pameran inI akan diikuti oleh 200 perusahaan dengan 350 brand waralaba lokal & internasional. Selama tiga hari pameran Ini, akan diselenggarakan juga International Franchise Expo dengan tema ” Set Your Sights on Success”. Para pemain industri waralaba indonesia bisa mendapatkan masukan berarti dari para pembicara International Franchise Conference seperti:

Baca juga :  Usulan Warga Dalam Musrembang, Disambut Baik Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang

1.Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita 2. Director of International Relation IFA, Josh Merin 3.CEO Indonesia Franchise Association, Anang Sukandar 4.European Franchise Federation & Chairman BFA, Sammy Liem 5. Franchise Council Australia, Jason Gehrke 6.Chairman of MFA, Datuk Haji MD Latip Bin Sarrugi 7.Founder and Managing Director of the Blazes Group of franchised companies, Michael Eyre 8. GM KFC lndonesia, Gandhi Lie 9.Director Martha Tilaar Salon Day Spa, Wulan Tilaar
10. CEO Academia Education Training, Jamess Gwee

Secara total, rangkaian kegiatan WFSI ini akan menghadirkan 20 pembicara dari luar negeri. “Rangkaian kegiatan WFSI ini menghadirkan tujuh kegiatan dalam satu rangkaian dan ini merupakan event besar bagi industri franchise Indonesna. Menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan franchise tingkat dunia menjadi kebanggaan tersendiri bagi AFI dan tentunya bagi rakyat
dan bangsa Indonesia,” ujar Anang Sukandar, CEO AFI.

Kehadiran para pembicara dari dalam dan luar negeri ini memberikan peluang pemain franchise lokal untuk mendapatkan masukan berharga, mengetahui peluang-peluang yang ada di pasar global sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan potensl industri franchise Indonesia ke pubilk internasional. Dengan pelaksanaan summit ini, diharapkan industri waraiaba Indonesia semakin dikenai dunia. Merk-merk waralaba nasional juga diharapkan semakin meningkatkan daya saingnya sehingga mampu berkiprah tidak hanya di pentas nasionai tetapi juga global.

Rangkaian kegiatan WFSI 2016 ini merupakan upaya untuk lebih meningkatkan minat masyarakat dalam menjalankan usaha di sektor waralaba agar bisa memberikan kontnbusi leblh besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. Melalui kegiatan Ini AFI juga Ingin mendorong peran penting pemenntah dalam menumbuhkan dan memajukan sektor waralaba dl Indonesia, sebagai salah satu perwujudan kegiatan ekonomi kerakyatan yang kuat.

Baca juga :  Jokowi juga Harus Berhentikan Rini Soemarno

AFI menyadari pentingnya mendorong Industri franchise agar bisa leblh berkembang lagi. Selama inI, Hanya 9% darl waralaba nasional aktif yang memiliki leblh dari 100 gerai. ”Penjualan setiap gerai waralaba berkontnbusi terhadap dinamika Perekonomian nasional. Semakin banvak jumlah semakin besar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” uiar Anang

la menambahkan bahwa setiap gerai waralaba pasti menyerap tenaga kerja dan semakin banyak gerai berarti semakin besar
Iapangan kerja yang diciptakan. Apabila setiap waralaba dibina agar berkembang maka waralaba akan menjadi sektor strategy dalam mendorong dan meningkatkan perekonomian naslonal.

Seluruh rangkaian kegiatan WFSI tahun ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia. Seperti diketahui waralaba merupakan salah satu model strategi pengembangan usaha yang cukup efektlf, terutama bagi para pebisnis pemula. Waralaba juga terbukti mampu menciptakan dan menumbuhkan wirausahawan baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan promosi merek lokal di pasar dunia.

Pihak panitia sendirl menargetkan kegiatan Indonesia Franchise & SME Expo bisa menarik 15.000 pengunjung dengan target nilai transaksi selama pameran mencapai Rp. 500 Milyar. “Kami rasa target ini cukup realistis mengingat bisnis waralaba masih
cukup potensial untuk berkembang lebih jauh lagi. Selain itu, semakin hari semakin banyak masyarakat yang Iebih memilih bekerja secara mandiri, salah satunya melalui bisnis waralaba ini,” terang Anang.

Pada WFSI 2016 ini juga akan digelar Indonesia Franchise Award atau Penghargaan Waralaba Indonesia (PWI). Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi pelaku usaha waralaba dan business opportunity (80) di Indonesia. Penghargaan dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu kategori Waralaba Pratama, Waralaba Utama, Penerima Waralaba, Waralaba Global Indonesia, dan Waralaba Mancanegara. Penghargaan ini diharapkan akan semakin memacu para pebisnis waralaba, baik pebisnis pemula maupun pebisnis lama, untuk semakin fokus mengembangkan bisnis waralaba mereka.(Sunarto)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru