oleh

JANGAN MENCARI KAMBING HITAM

Jakarta, KicauNews.com – Terjadinya bentrokan pada Aksi Damai 4 11 antara peserta aksi dan aparat keamanan tadi malam, memanglah sangat disayangkan hingga harus berbenturan sesama anak bangsa. Namun dalam hal ini kita dapat lebih bijak tanpa harus mencari – cari kambing hitam siapa yang memulai, siapa yang terprovokator dan atau memprovokator.

Bila menyaksikan pernyataan Presiden Joko Widodo  di Istana Merdeka sangatlah kurang tepat bilamana sampai menuding adanya aktor politik yang memanfaatkan situasi, terlebih menyesalkan kerusuhan terjadi. Berikut kutipan pernyataan Presiden , “Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi”.

Perlu diketahui bahwa kerusuhan tersebut tidak akan pernah terjadi bilamana Presiden Joko Widodo dapat menemui peserta aksi dan mendengar aspirasi mereka secara langsung, bukan dengan cara menugaskan bawahannya yang dimana terkesan menghindar dan kemungkinan besar dapat melahirkan pendapat bagi para peserta aksi bahwa diduga Presiden telah melecehkan dan tidak menghargai perjuangan peserta aksi yang menuntut keadilan seadil – adilnya, dan menginginkan penegasan dari ucapan Presiden langsung dengan berani menyatakan secara terbuka tidak akan mengintervensi kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Perlu diketahui aksi 4 November 2016 kemarin adalah murni panggilan hati nurani Ummat Muslim dengan tanpa adanya penunggangan aktor politik, bila Presiden dapat melihat langsung kondisi dilapangan, akan sangat yakin bahwa Presiden pasti terharu bagaimana menyaksikan Ummat Muslim berbondong untuk beramal secara pribadi bukan tanpa embel – embel politik, namun rela secara ikhlas menyumbangkan makanan, roti, dan air minum mineral. Bahkan pada saat roti habis saya melihat langsung bagaimana ada seorang “Ibu” dengan sigap memanggil penjual tahu sumedang dan memborongnya untuk dapat dibagi – bagikan pada peserta aksi.

Baca juga :  Soal Tiga Gereja Ditutup, GMKI Minta Pancasila Harus Dibumikan

Sempat saya bertanya, Ibu dari Majelis Taklim ?? Beliau pun menjawab, “Ibu” tidak dari mana-mana Dek, Ibu datang kemari (lokasi peserta aksi sekitaran bundaran air mancur Bank Indonesia), karena panggilan tulus bagi seorang muslim yang tidak terima Al Qur’an dilecehkan, maka Ibu dengan inisiatif datang untuk memberikan makanan, dan air mineral secara gratis pada peserta aksi. Maka dalam hal ini, dari mana letak dasar tudingan adanya penunggangan aktor politik, disaat Ummat Muslim bergerak berdasarkan panggilan hati nurani ?? Maka, sudah selayaknya Presiden sebagai pemimpin Rakyat Indonesia memberikan pernyataan yang lebih mencairkan suasana bukan memberikan pernyataan yang dapat menimbulkan ketersinggungan baru bagi para peserta aksi yang jelas – jelas datang untuk bergabung dengan dasar panggilan hati nurani sebagai Ummat Muslim.

Bahkan kita ketahui bersama banyak Ummat Muslim dari berbagai daerah dengan ikhlas mengorbankan biayanya sendiri hanya untuk bergabung demi menuntut keadilan seadilnya tanpa pandang bulu bagi terduga penista agama (Ahok), serta aksi kemarin adalah murni aksi Ummat Muslim seluruh Indonesia untuk menuntut proses hukum dengan adil dan bukan aksi yang selalu dikait – kaitkan dengan Pilkada, terlebih aksi tersebut jauh dari aksi sara bahkan jauh dari anti agama lain/ jauh dari aksi anti etnis lain. Perlu diketahui bahwa sesungguhnya Ummat Muslim di Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai – nilai toleransi antar Ummat beragama dan menjunjung tinggi nilai – nilai persatuan Indonesia yang tertuang dalam sila ke 3 Pancasila.

Semoga kerusuhan kemarin tidak akan pernah terjadi kembali serta Indonesia diberikan kedamaian dalam berkehidupan berbangsa dan bertanah air. Tidak akan terpecah belah dan bersama menjunjung tinggi nilai toleransi antar ummat beragama serta bersama mengamalkan secara baik nilai – nilai Pancasila dengan utuh demi terjaganya NKRI sejati.

Baca juga :  Komisi II DPR Targetkan, Perppu 2/2017 Segera Dibahas

Dan semoga menjadi pembelajaran bagi Pemerintah, khususnya Presiden untuk tidak diam bilamana Rakyatnya ingin ketegasan keluar dari pernyataan Presiden secara langsung. Jadi tidak perlu lagi/ serta tidak akan pernah terjadi kembali gesekan antar sesama anak bangsa baik dari peserta aksi, dan aparat keamanan baik itu dari TNI serta Polri.

Semoga hasil pertemuan dari perwakilan peserta aksi yang disambut dan direspon oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang dimana Wakil Presiden menyampaikan bahwa Kapolri berjanji kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu 2 minggu, tentu masyarakat sangat berharap tidak ada intervensi hukum, agar sekiranya hati Ummat Muslim yang terluka dapat terobati dengan ketegasan hukum seadil – adilnya.

#SavePancasila

Salam Hormat :
K. Widi Noegroho (Wakil Ketua Umum Laskar Komando Pancasila)
Febby Helmisa Ramadhan (Sekretaris Jenderal Laskar Komando Pancasila)

( A Widhy )

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru