oleh

Amandemen Kontrak Tambang Ditargetkan Kelar Akhir Tahun 2016

Jakarta, KicauNews.com –  Kementerian ESDM menargetkan renegosiasi Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) bisa rampung sebelum 2017. Untuk memuluskan langkah ini, ESDM menggandeng Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

“Kita targetkan selesaikan mudah-mudahan sebelum Januari, amandemen KK,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot dalam FGD Membangun Kemandirian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional di Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu.

Menurut Bambang, ada enam isu strategis yang tertuang dalam renegosiasi amandemen tersebut. Mulai dari nasib kelanjutan operasi pertambangan hingga soal terkait peningkatan penerimaan negara dari pajak.

“Jadi perpanjangan kontrak itu berapa sih? Apakah dua tahun? Minyak saja ada 10 tahun, ada lima tahun, tapi ini dua tahun. Gimana investor bisa memutuskan dalam dua tahun, berarti dia akan menunda investasi. Kemudian penerimaan negara antara Kemenkeu tentunya ya disesuaikan aturan. Ada pajak sekarang yang 30%, 45%. Tidak sesuai dengan 25% yang berlaku pada saat ini,” papar Bambang.

Hinnga Saat ini tercatat ada 34 perusahaan pemegang Kontrak Karya dan 74 pemegang PKP2B. Namun, saat ini baru sembilan Kontrak Karya dan 25 PKP2B yang sudah menandatangani amandemen kontrak.

regulasi ini dilakukan lantaran para pelaku usaha merasa keberatan dengan besaran kewajiban yang berlaku saat ini. Sebab, dalam Kontrak Karya dan PKP2B kewajiban keuangan bersifat tetap hingga habisnya masa kontrak.(red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru