oleh

Bangun Solidaritas Pemuda Maju dan Berkelanjutan

Jakarta, Kicaunews.com – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-88 (1928-2016) kami organisasi Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) mengadakan kegiatan :

1. Kirab Budaya Nusantara yang akan digelar di Tugu Proklamasi, Kamis, 27 Oktober pukul 19.00 wib-selesai
2. Acara akan diisi dengan tarian-tarian dan busana adat khas seluruh Nusantara.
3. Pawai obor

Adapun acara ini melibatkan beberapa unsur-unsur kedaerahan yang akan ikut bersama kami diantaranya:
1. Sumatera 2. Papua 3.Maluku 4. DKI Jakarta 5. NTT 6. Kalimantan 7.Jawa 8. NTB
9. Sulawesi

Demikian disampaikan Ketua Panitia Kirab Budaya Nusantara Herlina Thedensia dalam konferensi pers di Kedai Kopi Dely Jl. Sunda no.7, Menteng-Jakarta, kamis (27/10).

Rute: Titik start dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Tugu Proklamasi Pukul: 19.00 wib-selesai
Acara ini turut dimeriahkan oleh: CGV (Conrad Good Vibration). Personil: Conrad Floresman (vokalis), Yohan oktavianus (basis), Javier Assweben (guitar) Sofmn Open (drummer), Noezry Wora (keyboard).

Sekjen Garda NTT Marlin Bato menambahkan menyongsong peringatan han Sumpah Pemuda yang ke-88, kiranya menjadi momentum yang sangat penting bagi kaum pemuda sebagai agen perubahan, karena pemuda merupakan pilar-pilar pencetus bangsa, pemuda sebagai garda terdepan pembela tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemuda merupakan penjaga ideologi dan dasar negara sekaligus benteng memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun sayangnya, diera globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat ini, karakter daya juang pemuda nusantara sebagai pelopor mulai tergerus dan diIindas perubahan radikal di segala aspek-aspek kehidupan. Kamajuam teknologi justru membuat pemuda enggan berkreasi, hilang daya juang, berfikir instan, hedonis serta gemar mengadopsi nilai-nilai budaya barat.

Jati diri bangsa mulai luntur, semangat nasionalisme kini raib akibat peran pemuda yang direduksi oleh pengaruh-pengaruh global. Karenanya, semangat ke-Bhineka-an kini terancam pupus. Kesatuan mulai terkoyak, nilai- nilai patriotism: kebangsaan yang tercetus melalui ungkapan “tanah yang satu” yang terbentang Sabang hmgga Merauke kini tak lagi menjadi daya rekat yang kuat. Yang ada justm menjadi dikotomi-dikotomi minor dan mayor serta saling membedakan sama lain.

Baca juga :  Walaupun Perempuan Lurah Bangetayu Mampu Membawa Prestasi

Ketua Umum Garda NTT Wilfrid Yons Ebiet mengatakan melalui momentum Sumpah Pemuda ini, mengusung tema; “Bangun Solidaritas Pemuda Maju dan Berkelanjutan“, kami dari organisesi Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) ingin mambakar api sepirit serta mengobarkon kembali pengakuan bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu melalui gempita (parade) Kirab Budaya Nusantara dengan melibatkan unsur-unsur perwakilan pemuda dari berbagai daerah diantaranya:
1. Sumatera 2. Papua 3. Maluku 4.DKI Jakana 5. NTT 6. Kalimantan 7. Jawa
8. NTB 9. Sulawesi

Semoga bara-bara api yang kami kobarkan menjadi unggun dan suluh yang menerangi kaum muda seluruh nusantara untuk bangkit dan bersatu, demi mengembalikan roh dan nafas perjuangan pemuda yang mempunyai daya kritis sebagai agen perubahan bangsa melampaui langgam kaum cerdik bestari tutup Wilfrid. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru