oleh

Siswa PKL SMK Pustek Serpong, Ini Kinerja Dishubkominfo Tangsel dalam bidang IT

Tangsel, KICAUNews.com – Dishubkomifo (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika) Kota Tangerang Selatan Sesuai pasal 20 dan 21 Peraturan Daerah No. 13 Tahun 2010 tentang Tugas Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah yaitu, melaksanakan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika berdasarkan kebijakan yang di tetapkan oleh Walikota.

Dishubkominfo Tangerang Selatan mempunyai tugas pokok yaitu, mewujudkan perencanaan pembangunan sektor perhubungan, serta keselamatan lalu tintas dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai dan mewujudkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang berkualitas.

“Tugas Dishukominfo Kota Tangerang Salatan sesuai dengan SOTK ( Struktur Organisasi Tata Kerja) dan ditambah dengan Peraturan Walikota No.12 Tahun 2011. Membidangi 3 hal. Yang pertama, Bidang Lalin (Lalu Lintas). Yang membawahi Seksi keselamatan lalu lintas, Peraturan Lalu Lintas dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas. Bertugas membuat Desain Simpang jalan raya,memasang rambu-rambu lalu lintas, dan lain-lain. Kedua ,yaitu di Bidang Angkutan. Di bidang ini terdapat beberapa seksi. Seksi Angkutan,meliputi angkutan yang ada di Kota Tangsel, Dan mengatur Trayek. Seksi TekSar ( Teknik Sarana dan Transportasi ) yang bertugas menguji kendaraan bermotor, kelayakan sebuah kendaraan angkutan umum apakah layak atau tidak untuk dioperasikan,mengatur parkir baik Onstreet maupun Offstreet, dan mengatur terminal yang ada di Tangsel. Lalu yang terakhir adalah Bidang Kominfo yang bertugas dalam bidang komunikasi, termasuk dalam informasi publik, infrastruktur jaringan telekomunikasi dalam bidang informatika,” Ujar Sekdis Dishubkominfo Kota Tangerang Selatan  Drs. Taryono,M.Si Rabu ( 26/10/2016 ) saat diwawancarai khusus oleh Siswa PKL SMK Pustek diruang kerjanya.

Kini teknologi semakin lama semakin canggih, dan sekarang akses internet pun meluas. Namun lama-kelamaan banyak pengguna gadget yang salah akan penggunaannya. Dan UU mengenai IT itu sendiri juga sudah ada, namun pelaksanaannya yang kurang akurat. Tetapi  Beliau mengatakan Undang-Undang untuk terkait IT sudah ada dan sudah di laksanakan.

Baca juga :  Disiplinkan Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Bandung Kulon Polrestabes Bandung, Sosialisasi Kepada Warga

“Tapi ada yang terkait dengan hal tersebut, Misalnya UU No. 29 tahun 2009 tentang Telekomunikasi. Kemudian ada UU No. 14 tahun 2008 tentang Ketentuan Informasi Publik. Dan  UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE ( Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik ),” Kata Taryono.

Masih kata Taryono, Kominfo sendiri sudah mempunyai kebijakan dan kewajiban dan mensosialisasikan tentang IT tersebut dengan program yang bernama “ INSAN ” dan “ SMART CITY TANGSEL ” dan menyediakan Wi-Fi gratis. Agar penduduk bisa mengakses apapun. Meskipun juga Wi-Fi itu sendiri nanti nya akan bermuatan dengan hal – hal yang tidak baik atau bisa di bilang salahgunakan.

“Contoh yang sudah kita lakukan sosialisasi tentang  INSAN ( Internet Sehat dan Aman ) banyak penyalahgunaan teknologi informasi terutama dalam dunia internet tingkat pelajar dan masyarakat, bahkan anak kecil pun ( SD ) itu sudah membuka situs–situs yang tidak layak untuk di lihat. Itu sudah kami lakukan,ke depan ini kita akan lebih memperhatikan hal ini yaitu terkait dengan ada nya program SMART CITY TANGSEL. Dalam rangka SMART CITY TANGSEL penguatan sosialisasi INSAN kemudian juga sosialisasi tentang  program – program yang akan di lakukan terkait dengan rangka membantu Kota Tangerang Selatan yang berbasis IT, itu terus kita lakukan. Termasuk fasilitas WI-FI gratis di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan nanti akan terus di lakukan,” Tambahnya.

Taryono menjelaskan, Titik lokasi nya juga sudah banyak. Seperti taman – taman, pusat kota dan fasilitas publik. Intinya semua seluruh tempat di wilayah TangSel. Terutama Kominfo juga memiliki proyek bernama E-Government. Yang nanti nya akan di lakukan pada tahun 2017 dan akan di wajibkan pada seluruh daerah Indonesia sendiri. Namun nyata nya, untuk tempat kerja publik sudah menggunakan E-Government sendiri untuk absensi masuk kantor dengan menggunakan ‘Finger Print dan beberapa sekolah pun juga sudah menggunakan absensi berbasis E-Government.

“E adalah Elektronik. Government itu adalah Pemerintahan. Jadi E-government adalah  proses – proses pembangunan daerah itu harus berbasis elektronik. Di Kota Tangerang Selatan sudah di lakukan, di budget kan. E-Government itu kan ada E-Budgeting terkait dengan anggaran semua berbasis elektronik. Pengusulan berita, ada yang namanya MUSREMBANG ( Musyawarah  Suara Pembangunan Daerah ) itu pun dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota itu sudah melalui E-Budgeting. Kemudian ada lagi SIMERAL ( Sistem Informasi Manajemen Perencanaan dan Laporan ) . Lalu SDM yang terkait dengan kepegawaian dengan cara  absensi dengan menggunakan ‘Finger Print’  yang sudah di lakukan di semua SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah ). Surat menyurat juga sudah memakai online. Dan dari sisi pelayanan juga sudah berbasis online. Jadi itu yang di maksud dengan E-Government,” katanya.

Baca juga :  Keren..!! Ternyata "SERABI" Khas Jajanan Indramayu

Dishubkominfo sendiri juga mempunyai tugas yag amat penting yaitu dengan bersosialisasi di beberapa tempat agar masyarakat tidak menyalah gunakan Komunikasi itu sendiri. Apalagi peran orang tua yang semakin hari semakin hilang dengan ada nya gadget tersebut.

“Bahwa komunikasi itu kan luas, komunikasi antara orang tua dan anak. Itu hal yang sangat mendasar membangun Humanis atau membangun karakter pada anak adalah orang tua. Sekarang ini banyak  yang di ambil alih dengan ada nya Gadget. Bisa jadi jika kalian ada satu meja dengan orang tua kalian, malah tidak memperhatikan apa yang di obrolkan orang tua tetapi malah fokus dengan gadget. Dan itu adalah salah satu tugas Dishubkominfo dengan cara mewajibkan mesosialisasikannya. Meskipun ada gadget dan informatika semacam ini tetapi peran Humanis harus tetap berlangsung. Contact Person itu harus tetap di lakukan oleh orang tua untuk anaknya. Dan tidak bisa juga mengurangi hubungan antara orang tua dan anak nya intinya membangun karakter. Tetapi kalo misalnya fungsi informatika dalam rangka untuk membangun hubungan dengan itu pun bisa saja. Misal rumah nya berjauhan bisa lebih dekat dengan smartphone nya,” Pungkasnya.(Siswa PKL SMK Pustek Serpong/Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru