oleh

Dikonfirmasi Soal Dana Bantuan, Salah Satu Sekolah SMK Swasta Di Kota Tangerang Enggan Berikan Penjelasan

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Pasca Adanya bantuan untuk sekolah ditingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari pemerintah pusat yang dianggarkan dari APBN melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia terkait program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Tahun 2016 untuk Negeri dan Swasta di Seluruh lndonesia dirasa perlu adanya pengawasan dan review dari berbagai pihak, salah satunya Media massa sebagai sosial kontrol untuk mengetahui sejauh mana hasil dan realisasinya serta kendala dilapangan.

Pasalnya, dalam rangka meminimalisir adanya Praktik Korupsi dan penyalahgunaan Anggaran bantuan dari pemerintah serta dalam rangka mendorong Program NAWACITA perlu adanya perhatian serius. Untuk saling bahu membahu ikut serta dalam pengawasan ditingkat bawah.

Dari banyak sekolah se Indonesia ada sekitar 75  sekolah SMK Swasta dan Negeri di provinsi Banten yang masuk dalam daftar penerima bantuan Pembangunan RKB Tahun 2016 yang terbagi di Kabupaten/kota, Seperti di Kota Tangerang ada 8 sekolah SMK Swasta dan negeri yang terdaftar dalam calon penerima bantuan pembangunan RKB.

Ironisnya, ada satu sekolah SMK Swasta di Kota Tangerang yang enggan bahkan menolak untuk dimintai keterangannya terkait adanya bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI.


Dari penelusuran Tim Awak Media dilapangan dan saat mencoba dikonfirmasi melalui surat, dari 8 Sekolah SMK Negeri dan Swasta, salah Satunya SMK Teknologi Informatika YPML yang secara terang-terangan menolak keras dan seakan tidak mau memberikan keterangan serta terkesan menutup-nutupi saat di kirim surat konfirmasi soal bantuan tersebut.

Sebelumnya, pada Senin 17 Oktober 2016 pekan lalu salah satu Tim Awak Media mengirimkan Surat untuk permohonan konfirmasi kepada sekolah, namun pihaknya seperti enggan untuk menerima surat permohonan yang diberikan oleh Media dan bahkan terlontar ucapan yang terucap dari salah seorang di lokasi dimana diketahui adalah Kepala Yayasan dari SMK Teknologi Imformatika YPML ingin membuang surat permohonan konfirmasi tersebut dengan nada sangat keras yang tidak mencerminkan serta mencontohkan sosok tokoh pendidik.

“Saya tidak ada urusan dengan media dan tidak akan saya terima surat ini, nanti akan saya buang karena saya tidak ada urusan dengan media, ini urusannya dengan dinas bukan sekolah,” kata salah satu orang yang diketahui adalah ketua yayasan dengan nada membentak serta terkesan mengancam.

Mendengar nada yang terkesan marah dan terkesan membentak serta mengancam kepada awak media yang jelas-jelas awak media beritikad sopan dan beritikad baik ingin mengkonfirmasi, awak media pun segera pergi keluar dan meninggalkan ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  

Selang Beberapa hari pasca kejadian tersebut,  Awak media mencoba kembali menyambangi sekolah SMK Teknologi Informatika untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan awak media bertemu bagian TU Sekolah. “Kebetulan kalau pagi Kepala Sekolah mengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) di Kota Tangerang sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan biasanya setelah mengajar dari sana pasti kepala sekolah datang kembali kesini. karena hari ini beliau sedang ada rapat, kemungkinan tidak datang kesini,” kata salah satu staf Tata Usaha (TU) Aan kepada awak media, Selasa (25/10/2016).

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyampaikan kedatangan pertama yang dilakukan oleh Tim media kepada Kepala Sekolah. “Hari sabtu Ibu Kepala Sekolah full berada di sekolah dan kedatangan yang pertama juga sudah kami sampaikan kepada beliau,” jelasnya.

Mengacu kepada UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik, Dalam hal ini Pihak Media berkewajiban ikut serta untuk mengawasi sebagai sosial kontrol dalam mencegah adanya praktik – praktik korupsi dan mencegah adanya oknum sekolah yang ingin memperkaya diri sendiri.

Patut diketahui dalam surat undangan Bimbingan teknik (Bimtek) tertanggal 13 Mei 2016, SMKS Teknologi Imformatika YPML Kota Tangerang merupakan salah satu Sekolah yang masuk dalam daftar calon menerima bantuan program Pembangunan RKB dari Kemendikbud RI.

Adapun, dari 8 Sekolah SMK Negeri dan Swasta di Kota Tangerang, Banten yang sudah berhasil dikonfirmasi terkait program bantuan Pembangunan RKB  dari Kemendikbud antara lain :  SMK KI Hajar Dewan Toro Kota Tangerang, SMK Bina Bangsa (BB) Kota Tangerang dan SMK PGRI 11 Kota Tangerang. Dan ketiga sekolah tersebut saat dikonfirmasi pihaknya mengatakan tidak hadir memenuhi undangan Bimtek (menolak) ruang kelas baru (RKB) karena lahan untuk dibangun tidak ada dalam kata lain tidak memenuhi persyaratan. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru