oleh

Dengan Metode overloading Gedung Panin Bintaro tak kunjung runtuh

Tangsel. KICAUNews.com –  Meleset dari target pembokaran gedung tua berlantai 19 milik Panin Bank di Sektor 7 Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) PT Wahana Infonusa dan Tim Ahli Bangunan Kota Tangsel kembali mengelar konfrensi pers pada Selasa (18/10/2016) malam, di Emerald Club House, Bintaro Jl. Raya Jombang, Sektor 9, kota Tangsel.

Seperti diketahui, Gedung Panin Bintaro adalah suatu bangunan bertingkat tinggi yang saat ini dimiliki oleh Bank Panin, Gedung tersebut dibangun tahun 1995-1996, namun belum selesai terbangun karena adanya krisis moneter. Bank Panin membeli gedung ini dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional pada tahun 2000. Bank Panin melakukan penambahan 5 lapis lantai, namun kemudian dihentikan terkait rencana pengembangan, sehingga diputuskan bangunan akan dibongkar.

Pekerjaan pembongkaran dilakukan sejak awal 2016. Pada tanggal 2 Junl 2016. terjadi keruntuhan pada sebagian bangunan. sehingga pekerjaan pembongkaran dihentikan untuk evaluasi metoda pembongkaran. Pemilihan metode pembongkaran dilakukan selama hampir 4 bulan. untuk mendapatkan metode yang aman dapat diterima oleh lingkungan PT Wahana Infonusa yang mengajukan metode overloading akhirnya dipilih untuk melanjutkan pekerjaan pembongkaran.

“Dapat dipastikan itu, hitunganya sejak start pukul 23.00 WIB kita mulai. Ini akan menjadi spektakuler,  10 jam setelah itu akan roboh,”  ujar Hari Nugraha Nurjaman, salah seorang Tim Ahli Bangunan saat menggelar konprensi pers tadi malam.

Dirinya juga mengatakan, kepastian itu didapat karena pada malam itu bangunan gedung tersebut akan terisi 400 ton pasir diatasnya.

“Jadi masyarakat enggak perlu melihat pada waktu-waktu dekat ini, nanti Jumat malam datangnya,” ujar Hari.

Sementara itu, Direktur PT Wahana Infonusa Yoyok Hari Sucahyo mengatakan, pasir yang telah menindih bangunan tersebut telah terkumpul sebanyak 233  ton.

Baca juga :  Patroli Himbauan Protokol Kesehatan Satbrimob Polda Jabar Kepada Masyarakat Cirebon

“Terdiri dari zona 1 seberat 123 ton, sedangkan zona 2 seberat 110 ton beban komulatifnya,”  terangnya.

Dirinya juga meminta masyarakat dapat mengetahui bahwa metode yang digunakan bukan metode luar biasa. Metode yang digunakan sangat sederhana, yakni bangunan akan roboh kalau melebihi beban.

“Ini seperti kita angkat barbel, tidak akan gagal. Ini ilmu paati dan cara paling aman,” ujarnya.

Saat singgung hitungan PT Wahana Infonusa yang tak tepat, karena awalnya dengan 100 ton pelaksana sangat percaya diri yakin pasir tersebut dapat merobohkan gedung tersebut. Hingga akhirnya mereka menargetkan 150 ton pasir. Hitungan tersebut terasa jauh dari tepat, karena kini pelaksana pembongkaran gedung tersebut membutuhkan 400 ton pasir.

“Biasa itu deviasi karena kan kita tidak memiliki data tentang bangunan tersebut, tidak mungkin kita rontgen bangunan tersebut dengan kondisi bangunan yang seperti ini,” ujarnya.

Apalagi, gedung tersebut belakangan diketahui memiliki ketahanan dari gempa. Dia menampik kalau pihaknya telah gagal, semua hanya tinggal menunggu waktu saja. Dari waktu yang diberikan selama 90 hari, saat ini baru satu bulan berjalan.

“Kita optimis selesai dengan waktu 90 hari. Kita juga ingin menjelaskan kenapa kita terkesan lambat, kenapa tidak pakai crane dua, atau tiga. Itu karena malah menyulitkan kita kalau menggunakan crane lebih dari satu dan membahayakan,” katanya.

Berdasarkan data gambar rencana. maka diprediksikan diperlukan beban sampai 355 400 ton atau 2.5 ton/mz 2.8 ton/mz untuk meruntuhkan struktur. Kekuatan ini adalah jauh lebih besar dari kekuatan umum untuk gedung perkantoran. yang hanya membutuhkan beban 1 ton/mz (setara 150 ton) untuk meruntuhkan gedung. Kegiatan peruntuhan yang diijinkan adalah malam hari pada hari kerja (22.00 . 05.00). dan sepanjang hari Sabtu sampai Minggu Pagi. agar tidak memberikan gangguan signifikan pada masyarakat Kegiatan peruntuhan pada beban kritis hanya boleh dilakukan pada hari Sabtu sampai Minggu pagi. mengingat adanya peralatan sensitif getaran yang bekerja di hari kerja.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Monitoring Pelaksanaan Ibadah Di Gereja Wilayah Kelurahan Setiamanah Di Masa Pandemi Covid-19

Kegiatan peruntuhan dimulai tanggal 14 Oktober 2016 Jumat malam. Dengan kecepatan pemberian beban adalah 10 Ton/jam. maka  menjaga keamanan. pada saat beban mencapai kapasitas beban umum 150 Ton. dilakukan pengamanan maksimal pada lingkungan sekitar sampai tanggal 16 Oktober 2016 Minggu Pagi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa struktur masih memiliki cadangan kekuatan yang besar, sehingga diputuskan untuk melanjutkan pembebanan. Jadwal pembebanan berikutnya dilakukan tiap malam dari sejak tanggal 17 Oktober 2016 Senin malam. dan diprediksikan akan mencapai beban runtuh 400 ton rencana pada tanggal 22 Oktober 2016 Sabtu malam. Jika pun sampai beban tersebut struktur beum runtuh. maka pembebanan akan dilanjutkan sampai dipantau adanya pergerakan struktw yuna signifikan. Penggimaan beban kejut adalah alternatif terakhir untuk meminimalkan gangguan pada lingkungan sekitar. (Put/Tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru