oleh

STS Forum Menyambut Era Society 5.0

Jakarta, Kicaunews.com – Setiap tahun STS Forunm (Science and Technology in Society Forum) menyelenggarakan pertemuan yang dihadiri sekitar 1200 peserta dari lebih 100 negara. Tahun ini pertemuan STS Forum telah diadakan di Kyoto International Conference Center, Jepang pada tanggal 1-4 Oktober 2016 yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan dihadiri Perdana Menteri Slovenia, Wakil Perdana Menteri Rusia dan 16 orang Menteri terkait iptek dari negara – negara mitra STS Forum.

Dalam sambutannya, PM Abe menyampaikan bahwa perkembangan iptek yang demikian pesat akan membawa manusia masuk ke dalam era “Society 5.0”. PM Abe menjelaskan lompatan dalam sejarah manusia dimana masa berburu adalah era “Society 1.0”, dan “Society 2.0″ adalah era dimana manusia mulai bertani sedangkan society 3.0” adalah era industrialisasi.

Saat ini kita sedang bersiap-siap meninggalkan era “Society 4.0” yaitu era teknologi informasi menuju “Society 5.0”, Dalam era “Society 5.0” seluruh teknologi penginderaan, robotika, komunikasi, BIG data dan komputasi awan akan menyatu menjadi solusi untuk berbagai masalah
kita yang sebelumnya tidak dapat terpecahkah, ujar PM Abe.

Delegasi Indonesia yang hadir para forum STS tersebut adalah Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kememristekdikti) Muhammad Dimyati yang mewakili Menristekdikti, Kepala BPPT Unggul Priyanto dan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnaen. Sedangkan Kepala BPPT fan Kepala LIPI masing-masing sebagai pembicara pada sisi tematik ” Colaboration Among Academis, Industries and Government dan Industrial Innovation.

Di sela-sela forum STS, delegasi Indonesia secara khusus diundang oleh pendiri sekaligus pemimpin STS Forum, Koji Omi untuk membicarakan peluang peningkatan kerja sama antara Jepang dengan Indonesia di bidang.Iptek dan Inovasi. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menyelenggarakan simposium pada bulan April 2017 di Indonesia yang akan dihadiri oleh para pemangku kepentingan iptek dari kedua negara yang berasal dari sektor pemerintah, akademis dan industri.

Baca juga :  Tipikor Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Tahun 2019 Desa Bangkaloa Ilir

Demikian paparan yang disampaikan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Dimyati yang mewakili Menristekdikti dalam kunjungannya ke Jepang baru-baru ini dalam rangka STS Forum di.Gedung Kemenristekdikti, selasa (11/10/16). (Sunarto)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru