oleh

Budaya Orde Baru muncul di PT Union Food

Tangerang, KICAUNews.com -eksekusi barang di PT.union food yang dilakukan Sekretaris Kabinet melalui Staf Khusus Presiden, Lenis Kagoya bersama Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua dan puluhan warga perwakilan dari beberapa suku di Timika, Papua dikawal pihak kepolisian dari polda metro jaya  mendatangi PT. Union food di jalan Gatot subroto Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, tanggal 4 Oktober 2016.

Atas dasar surat perintah Staf Khusus Presiden nomor : sprint.61/SKP-LK/08/2016 melakukan pemindahkan rangkaian mesin yang ada di PT Union Food kelokasi yang netral di daerah bekasi untuk kepentingan verifikasi atas kepemilikan barang tersebut.img_20161007_142232_224

Barang yang diambil dari PT.Union food dijatake,akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat papua, besi tua hibah milik freeport ini milik tujuh suku timika.

Negro Kokoya mengatakan, “Besi tua hibah dari freeport milik masyarakat tujuh suku di Timika untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ungkapnya, (6/10/2016)

Sementara itu, menurut kuasa hukum PT. Indo Ferro, Ramli Tarigan mengatakan bahwa eksekusi pengambilan barang tersebut bukan milik Freeport. “Barang yang mereka ambil milik PT. Indo Ferro yang dititipkan di Union Food dan mempunyai bukti kepemilikan atas barang tersebut,” sanggahnya

Kegiatan ini sangat mengganggu aktifitas karyawan,padahal kami sedang mengupayakan proses hukum,dengan melapor ke mabes polri dan menyurati pimpinan tertinggi negara,tapi proses pengambilan barang ini tidak berhenti,padahal banyak aparat hukum,kami berharap kepada penegak hukum lindungi kami sebagai warga negara,selama melaksanakan upaya hukum dan diakomodir,serta dihentikan kegiatan ini,karena sedang proses upaya hukum,kalau di diamkan ini seperti ada sesuatu,dan perbuatan mereka adalah perbuatan pidana,bisa disebut perampasan,karena kami memiliki dokumen barang tersebut,dan barang yang dibawa berlabel PT.Indo ferro”tambahnya.(Zul/Tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru