oleh

Dituding Adanya Ancaman Dari Pihak Komite Kepada Wali Murid, Kepsek SDN Pondok Kacang Barat 03 Beri Penjelasan

Tangsel, kicaunews.com – terkait adanya pemberitaan yang beredar tentang adanya laporan wali murid yang diancam Komite tentang jual beli buku di Lingkungan SDN Pondok Kacang Barat 03, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan membuat Pihak Sekolah angkat bicara.

Menyikapi permasalahan tersebut,  Narsum, SPd Kepala Sekolah SDN Pondok Kacang Barat 03 kepada media mengatakan, pemberitaan itu sebetulnya tidak benar dan tidak ada ancam mengancam dari Komite maupun Paguyuban Sekolah kepada wali murid untuk wajib membeli buku.

Ditambah lagi dengan adanya surat edaran dari dinas pendidikan adanya larangan menjual buku di tahun ajaran baru karena buku pelajaran sudah di anggarkan dalam dana APBD 2016. Sebelumnya saya selaku Kepala Sekolah selalu berkomunikasi dan mensosialisasikan kepada Pihak Komite dan Paguyuban serta para wali murid tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) dan sitem pendidikan serta kurikulum yang akan dipakai setiap menghadapi tahun ajaran baru.

Menurutnya, terkait surat edaran dari dinas pendidikan itu sudah dikomunikasikan dan kami selalu rapatkan kepada semua wali murid, guru, komite serta paguyuban sekolah. Bahwa buku untuk tahun 2016 ini belum dapat diberikan kepada siswa, walaupun sudah dianggarkan dalam APBD namun masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Menyikapi surat edaran tersebut Saya selaku kepala sekolah menyarankan kepada semua guru, walaupun belum adanya buku untuk Kegiatan Belajar Mengajar dikelas harus tetap berjalan. “Guru harus menyiapkan dan berinisiatif dengan membuatkan LKS berupa photo copy untuk dibagikan kepada murid-muridnya,” tegas narsum.

Masih kata narsum, seiring berjalannya kegiatan KBM tahun ajaran baru ada beberapa wali murid mempertanyakan apakah akan maksimal proses KBM tanpa adanya buku sebagai panduan mengajar? “tanpa adanya bukupun insya allah tidak akan menghambat proses KBM,” Jawab Narsum.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Tellulimpoe Polres Sinjai Awasi Dan Dampingi Pembagian BST Di Desa Binaanya

Disinggung adanya jual beli buku dan adanya pemberitaan miring sekolah, Narsum mengatakan itu atas dasar inisiatif Komite dan Paguyuban dari hasil rapat karena adanya usulan dari wali murid mau membeli buku untuk pendamping tambahan belajar anak. Dan prosesnya pun tidak adanya paksaan atau ancaman kepada walimurid untuk dijawibkan membeli buku, Tidak seperti berita miring yang beredar.

“Dan hasil rapatnya antara Komite, Paguyuban, Dewan Guru dan Wali murud, ketua Komite dan Paguyuban Sekolah sepakat mencari solusi untuk membeli buku sendiri, dengan mengkordinir dana dan mencari buku sendiri, jadi bukan dari pihak sekolah yang menjualnya,” jelasnya.

Dijelaskan Narsum, Bahkan Pihak sekolah akan membantu wali murid yang tidak mampu untuk mendapatkan buku pelajaran.

Terkait pemberitaan yang menyudutkan sekolah, Narsum pun menyayangkan tidak adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Dan isi pemberitaannyapun tidak berimbang karena kepala Dinas dan Anggota DPRD Komisi II pun sudah ikut menjelaskan dan datang langsung kesekolah untuk memberikan pencerahan kepada Komite, Paguyuban, Dewan Guru dan Para Walimurid.

“Dengan adanya pemberitaan yang menyudutkan sekolah, kami pihak sekolah akan menggelar Konferensi Pers dengan menghadirkan Komite, Paguyuban, Dewan Guru serta Wali Murid,” Tegasnya.

Jadi harapan saya agar kepada beberapa wali murid lebih perspektif lagi untuk menanggapi sebuah persoalan yang ada disekolah, jangan selalu menyalahkan serta menyudutkan pihak sekolah “justru ini inisiatif Komite Sekolah dan Paguyuban agar kegiatan Belajar Mengajar disekolah tidak terganggu dan Nama Baik sekolahpun tetap terjaga” Pungkasnya.(iys)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru