oleh

Siti Khiftiyah, S.Ag., M.S.i. Srikandi Pergerakan

Jakarta, kicaunews.com — Ahoker lebih mengkuatirkan bersaing dan berhadapan dengan paslon ASA. Untuk itu, Ahoker telah merancang strategi jauh hari.

Pertama, bagaimana pesaingnya dibuat terpecah menjadi dua calon. Masih segar dalam ingatan kita atas pengakuan Ach Mubarok petinggi PD,  ia pernah didatangi utusan cukong yang sudah menyiapkan uang 500 M rupiah, asal PD mengajukan Paslon sendiri tanpa mau berkoalisi dengan calon dari Partai Gerindra dan PKS.

Stetmen Ach. Mubatok terjawab sudah saat SBY bersama PD dan P3, PKB, PAN sebagai parpol mitra Pemerintah mengusung Paslon Agus-Silvi.

Kedua, Ahoker yang sangat begitu kuatir berhadapan langsung dgn ASA, maka paslon Agus Silvi digadang-gadangkan untuk memecah suara umat.

Tidak hanya polling di media online, juga dalam acara JLC di TV One menayangkan polling paslon Agus Silvi mengungguli Ahok. Memang inilah yg dikehendaki Ahoker.

Catatan terkait poling media, keunggulan calon tergantung  mayoritas pendukung kandidat yang menjadi follower media tersebut. Pembaca luar Jakarta pun dapat memberikan vote dan dilakukan berulang kali. Polling ini tdk memenuhi standar ilmiah, tetapi cenderung dipakai untuk menggiring opini publik saja.

Hemat kami, selain memakai taktik pemenangan konvensional, maka Paslon ASA juga harus mampu melajukan terobosan cerdas dan berani dalam menghadap perang darat dan udara ini.

‘Politik uang’ dan ‘opini sesat’ hanya dapat dikalahkan dengan kekuatan ‘riel pergerakan rakyat’.

Timses ASA harus berani melakukan taktik perang darat membangun aliansi dengan berbagai elemen perlawanan yang memiliki basis akar rumput.(Jhon)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru