oleh

Kyai Jaka Sembung Isi Tausiah di MT Ziyadatul Khair

Jakarta, Kicaunews.com – (16/09) Majelis Talim Ziyadatul Khair (MT ZK) tiap malam sabtu mengadakan majelis rutin yang di isi dengan pembacaan tahlil, Ratibul Haddad, Maulid,kajian Fiqh dan Tausiah ini Alhamdulillah sudah memasuki tahun kedua, berlokasi di jalan pembina 1 no 11 Cipinang Muara BKT. Dan pada malam sabtu ini kedatangan tamu yakni Kyai Ahmad Firdaus atau yang lebih di kenal dengan Kyai Jaka Sembung.

Di awali majelis ini dengan tahlil dan ratibul haddad oleh Ust Kusmiran, para jamaah pun mengikuti nya dengan khusyuk dan kemudian di lanjutkan dengan pembacaan Maulid di ambil dari kitab Simtuduror yang di bacakan oleh Ust Kusmiran dan Ust Firman Yakub, anak anak pun mengiringinya dengan hadroh,sungguh sangat syahdu sekali.

Setelah pembacaan maulid, ust Firman Yakub memberikan tausiahnya, dalam tausiahnya beliau mengatakan kita harus selalu bershalawat pada Nabi, karena Allah beserta para malaikatnya juga bershalawat pada Nabi Muhammad SAW, Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad.

Kyai Jaka Sembung pun hadir dan langsung berikan wejangan nya, dan beliau mengatakan akhlak harus di bangun sejak dini karena Nabi Muhammad datang untuk menyempurnakan akhlak, di ceritakan ketika nabi memberi makan kepada seorang yahudi yang buta,padahal yahudi tersebut berkata bahwa Nabi Muhammad gila, dan sebagainya, tapi Nabi Muhammad SAW tiap hari nya memberi makan kepada seorang Yahudi yang buta itu,sampai Nabi Meninggal dunia, di gantikan Sayyidina Abu Bakar memberikan makan kepada Si Yahudi buta itu, kemudian si yahudi berkata ini bukan orang yang memberi makan saya tiap hari, karena yang memberi makan tiap hari ke saya itu, lembut tangan nya.dan Sayyidina Abu bakar pun berkata, ketahuilah yang memberi makan kamu itu yang kamu sebut Gila yakni Nabi Muhammad SAW, dan pada saat itu juga si Yahudi buta itu mengucapkan Syahadat,masuk Islam lah beliau.begitulah Akhlak Nabi.

Baca juga :  Kyai Jaka Sembung Khutbah di Masjid Al Mubarokah BKT Cip Muara

Di ceritakan juga dalam wejangan kyai jaka sembung , beliau menceritakan kisahnya waktu di pondok pesantren, saya orang nya nakal, tapi sama guru saya hormat,dan akhirnya berkah dari guru saya jadi kyai, teman teman seangkatan saya pun kaget saya jadi pendakwah,begitulah kalo kita hormat pada guru,hidup kita akan berkah.Aamiin.

Setelah wejangan dari Kyai Jaka Sembung talim di lanjutkan dengan kajian kitab fiqh oleh Ust Jasnawira, dan setelah selesai di tutup dengan doa, dan para jamaah di suguhi santapan jasmani, nasi kebuli satu nampan tiga orang.

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru