oleh

Sembako Naik, Pedagang Gorengan di Garut Terancam Gulung Tikar

Garut, kicaunews.com — Dalam kegiatan sehari-hari kita sering menemukan pedagang Gorengan dipinggir jalan. Hal ini terkadang membuat para para pejalan kaki tertarik untuk membelinya.

Dengan harga yang relatif murah dari harga 500-1000/buah kita bisa menikmati jajanan pinggir jalan itu. Kenaikan harga pokok membuat beberapa pedagang berhenti seperti misalnya di di Tarogong, Garut, Jawa Barat.

Seorang pedagagang mengeluh atas kenaikan harga yang meledak para penjual kue khususnya gorengan tak sanggup lagi menjual harga yang biasanya tetapi banyak orang yang menaikan harga malah ditinggalkan pembeli. Sehingga para pedagang merasa khawatir dagangan mereka ditinggal pembeli.

Terigu merupakan bahan utama dari pembuatan gorengan, kenaikan harga terigu yang meledak membuat para pedagang kewalahan harga terigu yang awalnya 6000/kg sekarang naik menjadi 8000/kg. Hal ini membuat para pedagang bingung.

“saya bingung harga naik semua, yang beli gak ngerti kalo harga bahan pokok naik tapi mereka nawarnya 500.” ungkap Ajang sutisna.

Para pembeli enggan membayar lebih untuk gorengan yang dibelinya sehingga, untuk mencegah kebangkrutan para pedagang mengecilkan ukuran kue, namun pembeli terkadang protes dengan ukuran tersebut.

“kadang-kadang pembeli protes dengan ukuran gorengan yang kecil, kalo dijelaskan kalo bahan pokok naik mereka iya-iya aja tapi besoknya gak dateng lagi.” ungkap pedagang gorengan yang sudah berdagang 10tahun ini.

Selain itu, harga pokok yang lainnya ikut naik seperti minyak sayur, mentega, telur, dan juga pasokan gas 3kg susah didapatkan.

“nyari gas 3kg itu susah didapat, kalaupun ada harganyapun mahal sampai 25000/tabung kan normalnya 20000/kg. Terus saya mau jual apa dong kalo gasnya susah tidak ada” ujarnya.

Para pedagang berharap supaya pemerintah memberikan perhatian kepada industri-industri kecil seperti pedagang kue dan gorengan.

Baca juga :  Koperasi Sekartama Weleri Mengikuti Upacara HUT RI Ke-74 di Lapangan Manunggal

“Harapan saya pemerintah bisa memperhatikan kami pedagang kecil, karena kamipun sama berkontribusi terhadap ekonomi negara ini.” pungkasnya sambil menggoreng gorengan.

Sumber : (Citizen Journalist : aftah fauzan, Mahasiswa di Kab. Garut)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru