oleh

Lastika 98 Gelar Diskusi Publik : “Prilaku Politik Ahok Merugikan Jokowi?”

Jakarta, Kicaunews.com – Ahad(28/08) Lembaga studi kebangsaan 1998 ( Lastika ’98) di restoran bumbu desa,cikini, menggelar acara diskusi publik dengan tema Prilaku Politik Ahok merugikan Jokowi?

Suhu politik ibukota semakin memanas seiring semakin mendekatnya perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017. Hampir setiap hari, sejumlah pernyataan dan langkah-langkah politik menghiasi ruang-ruang publik. Mulai dari calon patahana (incumbent) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maupun para penantang Ahok saling lempar argumen untuk menarik simpati warga Jakarta.

Namun, langkah politik Ahok banyak menuai kontroversi akibat perilaku politiknya yang dinilai banyak merugikan pihak lain. Bahkan tidak tanggung-tanggung, perilaku politik Ahok pun dinilai merugikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dengan menampilkanPembicara:

1. JJ Rizal (Sejarawan)
2. Ubedillah Badrun (Pengamat)
3. Sulaiman Haikal (Batman)
4. Satyo Purwanto (Sekjen ProDem)
5. Marco K (Pengamat Tata Kota)

Dengan Moderator:

N. Berry H. (LASTIKA’98)

Seperti kita ketahui juga Ahok berulangkali ” perang mulut ” dengan sesama relasi yang memiliki jabatan strategis, selain dengan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta,di antaranya juga dengab mantan Menko Maritim Rizal Ramli dan walikota surabaya Tri Rismaharini, sebagai seorang Gubernur, Ahok jarang sekali menemui langsung warganya, baik di tempat keramaian seperti pasar maupun di pemukiman.

lalu apakah Prilaku Politiknya Ahok merugikan Jokowi? Karena selama ini Ahok dalam segala hal di nilai kerap mengkaitkan dirinya dengan jokowi, apakah ini sebagai ” pola perlindungan” yang sengaja di bangun oleh Ahok?. Di tengah politik ini Ahok tampak membutuhkan dan berharap banyak dari Jokowi dan berbalik mengejar ngejar PDIP Perjuangan.

Ahok dan Jokowi sama sama punya rahasia, punya kartu troof dan hanya mereka berdua yang tau.

Baca juga :  DPkom IARMI ISTA Jalin Kerjasama dengan Budidaya Air Tawar

Yang jelas Pemilihan Gubernur DKI 2017 akan sangat panas, maka kita harus jadi pemilih cerdas.Sekali merdeka tetap merdeka.

Merdeka!!!

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru