banner 728x250

Paparkan Strategi Utama Penerapan Pancasila dan UUD ’45, ini Kata Ketua DPR

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, kicaunews.com — Paska reformasi, bangsa Indonesia mengalami fase euforia. Banyak yang bereksperimen dengan demokrasi, membuka diri seluas-luasnya pada kontestasi ideologi, membiarkan pasar mendikte aktivitas ekonomi, sosial dan budaya sampai lapisan terbawah masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Rapat Kerja Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM). Ia mengaku sangat mengkhawatirkan fenomena ini dapat menjadi suatu revolusi sosial.

Dalam acara ini, Akom (sapaan akrabnya), kemudian memaparkan strategi utama untuk memastikan penerapan nilai-nilai Pancasila dan UUD’45 di institusi DPR RI, yang tercermin dalam peraturan perundang-undangan yang dihasilkan.

“Strateginya adalah dengan membuka ruang yang lebih besar kepada civil society (organisasi masyarakat) dalam proses harmonisasi isi rancangan peraturan perundang-undangan dengan Pancasila dan UUD’45,” ujar Akom di Rakernas FOKAL IMM di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (26/8/2016).

Sebagaimana diketahui, saat ini ada dua institusi yang menjadi koordinator proses harmonisasi isi rancangan undang-undang agar mencerminkan Pancasila dan UUD’45; DPR RI dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Di DPR RI dilakukan oleh Badan Legislasi DPR RI, di Kemenkumham dilakukan oleh Direktorat Jendral Peraturan Perundang-undangan.

Dengan dibukanya ruang untuk ormas tersebut, Akom berharap masyarakat luas dan para pakar juga bisa melakukan telaah isi Rancangan Undang-undang (RUU). Akan tetapi, muara dari semua telaah tersebut harus disalurkan dalam jalur-jalur formal Ditjen PP dan Baleg.

“Setelah sebuah RUU disahkan, lalu dilaksanakan, masyarakat boleh mengajukan judicial review atas salah satu pasal, maupun keseluruhan pasal yang terkandung dalam sebuah UU. Hal tersebut bisa dilakukan jika UU yang digugat dianggap melenceng dari amanah Pancasila dan UUD’45,” jelasnya.

Akom (sapaan akrab Ade Komarudin) berharap forum ini dapat menjadi corong kritis untuk menggemakan kembali rasa cinta dan bangga akan Pancasila dan UUD’45. Rasa cinta dan bangga terhadap Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Red)

Sumber : Citizen Journalis

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *