oleh

Majelis Kajian Jakarta : Indonesia Darurat Nasionalisme!

Jakarta, kicaunews.com — Hingga saat ini, pasca 18 tahun reformasi nasional, perkembangan berkehidupan kebangsaan Indonesia masih belum mampu untuk melindungi dan mensejahterakan rakyatnya. Baik dalam bidang ekonomi, moneter maupun ketahanan pangan.

 

Sistem demokrasi yang telah diterapkan justru malah menimbulkan penguasaan ekonomi nasional bukan ditangan kaum bumi putera, karena yang terjadi justru liberalisasi hampir disemua sektor kehidupan. Dan berdampak pada defisit ekonomi hingga hutang kian menumpuk.

“Hal yang memprihatinkan saat ini bahwa rasa kebangsaan telah luntur terutama dikalangan generasi muda, akibat pengaruh demokrasi yang kebablasan dan kepentingan pemodal yg difasilitasi pemerintahan sekarang,”kata Direktur Eksekutif Forum Cipta Bangsa, Budi Siswanto dalam Diskusi Rumahan yang digelar oleh Majelis Kajian Jakarta (MKJ) di Benhil, Jakpus 26/3/16.

 

Tokoh muda Jakarta ini menggambarkan bahwa kondisi saat ini dirasakan jauh berbeda dengan pengalaman masa kecil Budi, dimana saat itu rezim Orde Baru dengan segala kekurangannya masih mampu memelihara rasa nasionalisme rakyat, meskipun terkesan dipaksakan tapi setidaknya rasa kebangsaan Indonesia masih ada dan disegani negara tetangga.

 

“Setelah sekian waktu berlalu, ternyata pola Penataran P-4, pelajaran PSPB dsb di zaman Orba dulu ada benarnya juga, dibandingkan dengan Sosialisasi Pilar-pilar Kebangsaan yang di lakukan MPR RI. Fungsi MPR sebagai lembaga tertinggi negara sekarang malah tak berbunyi dan malah setingkat dengan lembaga tinggi lainnya di negara kita” demikian lanjut Budi ini.

Dalam diskusi MKJ seri ke-3 yang bertajuk “Darurat Nasionalisme; Bagaimana Sikap Pemuda?” Hadir pula narasumber lainnya yakni Achmad Suhawi, Ketua Umum DPP Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara (Pena) yang mengajak untuk mendefinisikan kembali soal pemahaman akan Nasionalisme ini sesuai dengan mengupas teori-teori yang ada dikaitkan dengan kondisi yang berkembang.

Baca juga :  Warga Jangan Panik Dan Takut, Lawan Virus Corona (Covid-19)

“Pemuda Indonesia harus dididik kembali soal Nasionalisme agar tidak gampang mengakomodasikan kepentingan asing” ujar Achmad Suhawi yang akrab di panggil dgn Cak Hawi ini.

 

Menurutnya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, jika sudah mendidik dirinya tentang Nasionalisme, pemuda harus mendidik pula masyarakat. Karena pengaruh asing dan aseng yang demikian kuat menguasai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini telah menjadikan kebanyakan elite bangsa mudah dibeli kebijakannya oleh uang.

 

“demikian kebanyakan rakyat juga mudah di beli suaranya untuk memilih pemimpin yang keliru dengan imbalan. Hingga akhirnya penguasa yg baik dan jujur dikalahkan oleh penguasa yang dimodali para yang memiliki kepentingan.” Demikian tutur Achmad Suhawi.

Forum diskusi rumahan MKJ yang hadiri oleh aktifis pemuda dan mahasiswa Jakarta dan Surabaya ini berlangsung dinamis dan interaktif. Di akhir diskusi Baik Budi Siswanto maupun Achmad Suhawi sepakat bahwa tanpa disadari telah terjadi Darurat Nasionalisme di bangsa ini, karena pengaruh asing dan aseng tak lagi hanya mendominasi sektor ekonomi yang mencakup harkat hidup orang banyak tetapi telah masuk pula dalam upaya mendominasi sektor politik, dan ini yang paling berbahaya. Untuk itu forum-forum diskusi seperti perlu di intensifkan dimana-mana dengan keterlibatan berbagai komunitas kaum muda untuk membangun kepedulian dalam menjaga kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia hingga berujung pada suatu gerakan besar untuk mempertahankan kedaulatan ekonomi dan politik negara bangsa Indonesia.

Sumber : Citizen Journalis

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru