oleh

Polres Tangsel Gelar Pers Release Perkara Pencabulan anak dibawah umur

Tangsel, KICAUNews.Com – Unit PPA Polres Resort Tangerang Selatan mendapatkan laporan dari saudara H bahwa terjadi kejahatan terhadap kesopanan ( Pencabulan terhadap anak dibawah umur) yang terjadi di rumah tersangka yang berada di Kelapa Dua Kab. Tangerang, Selasa (2/8/16).

Berdasarkan laporan dalam kasus kejahatan terhadap kesopanan (Pencabulan terhadap anak di bawah umur) tersebut, pada hari Rabu (24/08/16) Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengadakan Jumpa pers di Mapolres Tangsel.

Tersangka berinisial S als R als M bin J (30) Pria yang tidak lain adalah paman dari para korban, dan Korban berinisial BR(6 ) Wanita, NCI (4) Wanita, SNM (5) Wanita, ZNI (6) Wanita, HV (15),Wanita, HD(13),Wanita. Dengan modus operandinya adalah pelaku S melakukan perbuatan pencabulan dengan cara meraba-raba dan mencolok-colok kemaluan korban dengan mengunakan jari tangan kanan, pada saat para korban bermain di rumah pelaku. Usai melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku, korban diberikan uang agar tidak mengadu kepada orang tua atas tindakan yang ia lakukan.

Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ayi Supardan yang didampingi oleh Wakapolres Tangsel Kompol Bachtiar Alponso S. IK saat jumpa Pers mengatakan, sebenarnya tindakan kejahatan terhadap anak memang tidak elok untuk di rillis namun, karena kita melihat dalam satu bulan belakangan ini angka kejahatan terhadap anak di bawah umur cukup tinggi.

“Oleh karena itu kami sebagai petugas akan terus berupaya untuk melindungi masyarakat dan kami juga meminta kepada para orangtua harus lebih optimal dalam mengawasi anak-anak saat jam-jam sibuk,” kata Ayi kepada awak Media, Rabu (24/8/2016).

Ayi juga memaparkan, laporan awalnya ada empat orang, setelah pelaku ditahan dan dilakukan pengembangan bertambah dua korban lagi, korban menjadi enam orang, empat dari korban masih balita yang belum bisa berbicara maka dalam penyelidikan nanti akan didampingi oleh pendamping khusus.

Baca juga :  Upacara Virtual Penurunan Bendera Dalam Rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke - 75

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tenteang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelas Ayi.

Pentingnya peran keluarga terhadap pemahaman dan pendidikan seksual terhadap anak sejak dini. Keluarga menjadi nomor satu untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini. Orangtua maupun anak-anak harus semakin waspada
Lantaran, kekerasan seksual pada anak justru dilakukan oleh orang terdekat. Seperti, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah, kerabat, maupun tetangga korban. (Tris/Putra)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru