oleh

DR. Ujang Komarudin: Waspada Pekerja RRC di Indonesia Bagian Dari Imperium China Raya

Jakarta, kicaunews.com — Kondisi pembangunan nasional Indonesia dalam era diberlakukannya Mayarakat Ekonomi Asean (MEA) semakin memprihatinkan, terutama jika dicermati membanjirnya pekerja asing asal Republik Rakyat Cina (RRC) di Indonesia saat ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) DR. Ujang Komarudin menyatakan, Tak bisa dipungkiri bahwa ‘impor’ tenaga kerja asal negeri Tirai Bambu itu menimbulkan kegelisahan dari rakyat pribumi.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan nasional dengan fenomena membanjirnya tenaga kerja asal RRC di nusantara, karena mereka masuk dengan terorganisir, dibukakan pintu oleh pemerintah dengan berkedok investasi dan celakanya sebagian besar unskill (tidak memiliki keahlian),” kata Ujang dalam Diskusi Rumahan yang digelar Majelis Kajian Jakarta (MKJ), di Jakarta, Selasa (23/6/16) Malam.

Lebih lanjut, Dia menegaskan bahwa para tenaga kerja asal China ini menguasai semua proyek infrastruktur di Indonesia  mulai dari tingkatan General Manajer hingga kuli bangunan. Diskusi bertemakan “Banjir Pekerja Tiongkok, Ada Apa?” yang dihadiri para aktivis pemuda dan mahasiswa itu juga menyoroti mengenai pergeseran penguasaan sumber daya alam Indonesia yang kaya ini antara kekuatan Amerika yang kemudian secara perlahan diambil alih China, karena kebijakan yang diambil oleh Pemerintah sekarang.

“Kondisi ini jika dibiarkan akan terjadi hal yang dikuatirkan Bung Karno, yakni bahwa bangsa Indonesia akan menjadi kuli bangsa asing. Hal ini harus diantisipasi. Seperti di Arab Saudi misalnya, semua proyek pembangunan insfrastruktur yang dilakukan oleh para pemodal asing silahkan saja menggunakan pekerja asal negara tersebut, tetapi pucuk pimpinan proyek harus orang Arab Saudi” lanjutnya.

Ujang mengakui, dalam berbagai kesempatan berkunjung ke keberbagai daerah sering menjumpai langsung fakta maraknya pekerja asal China.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta itu, upaya penguasaan ekonomi China di negara kita ini dalam bidang infrastruktur, perbankan, properti, minerba, media massa, pengecer produk massal hingga penyelundupan narkoba akan berujung pada ambisi hegemoni imperium China Raya dengan jalan penguasaan politik Indonesia dengan memanfaatkan kondisi demokrasi yang kebablasan.

Baca juga :  Soal Pembentukan Resimen Mahasiswa di Maluku Utara, Ini Kata Wadankonas Menwa Indonesia

“Kondisi ini jelas akan menjerumuskan Indonesia dalam keterpurukan yang fatal sebagai sebuah negara bangsa,” jelas Ujang.

Untuk itu, menurut dia, solusinya adalah Bangsa Indonesia harus memperkuat diri dengan upaya realistis dengan mengembangkan pendidikan yang maju dan upaya pengembangan ekonomi.

“Karena terus terang, masalah pokok yang dihadapi bangsa kita ini adalah kebodohan dan kemiskinan. Maka, adalah suatu keniscayaan bagi kita untuk menyelamatkan generasi kita dengan pendidikan yang berkualitas dan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat,” tegas Ujang.

Sementara itu, di tempat yang sama, Peneliti MKJ Martimus Amin menegaskan, bahwa perlu di lakukan langkah-langkah antisipatif yang progresif dalam menghadapi banjir pekerja China ini, karena jika dibiarkan maka akan membahayakan kelangsungan hidup anak bangsa.

“Kita harus konsisten terhadap amanat konstitusi, bahwa penguasaan kekayaan alam Indonesia mutlak harus ditangan kaum pribumi, Tolak Pekerja Asing,” demikian tegas M. Amin. (red)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru