oleh

Komjen Budi Gunawan Calon Kuat Kepala BIN

Jakarta, Kicaunews.com – Komisaris Jendral Pol Budi Gunawan kini tengah digadang-gadang dan dinilai memiliki peluang besar menggantikan Letjen (Purn) TNI Sutiyoso. Ditengah kencangnya Isu reshuflle kepala Badan Intelijen Negara (BIN) masih gencar.

“Pak BG terkenal orang yang humble dan punya personal approach dengan semua orang, seperti terlihat saat  beliau mengikuti fit and profer test di DPR,” ujar Kornas Indonesia Inisiatif Forum, Rahmat J Kardi dalam keterangan persnya, Senin (22/8).

Ketua Umum Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) periode 2010-2013 ini berpendapat, meskipun dijegal karena proses di KPK, Budi Gunawan terlihat sekali kenegarawannya dengan menerima jabatan Wakapolri.

“Pak BG memang pantas untuk membantu presiden di bidang intelejen guna memberi masukan informasi yang akurat dan valid agar presiden tidak salah menentukan suatu kebijakan,” terangnya.

Dia berharap dunia intelijen Indonesia semakin dapat meningkatkan kapasitasnya terutama  di perang asimetris atau proxy war dunia saat ini.

“Dan pak BG mampu menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara besar dan berwibawa,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Indonesia Visioner Azhar Kahfi mengatakan panggung pertarungan dunia internasional dalam sistem pertahanan adalah bagaimana mampu menguasai supremasi informasi, dialah pemenangnya.

“Pertanyaan yang muncul sekarang ini ialah, pihak mana di NKRI yang mengelola dan mengoperasikan machine or human intelijen? Jawabnya adalah Badan Intelijen Negara (BIN),” ujar Azhar di Jakarta, Senin (22/8/2016).

Mantan Ketua Bidang PB HMI periode 2013-2015 ini menjelaskan, NKRI sudah mempunyai RPJMN-PJP dan ada pula MP3EI, yang secara teoritik, penyiapan program pembangunan nasional tersebut.

“Tentulah ada dukungan intelijen yang meliput tujuh aspek globalisasi. Akan tetapi ada beberapa indikator yang mengisyaratkan bahwa dukungan intelijen nasional yang tersedia, sepertinya kurang memadai,” bebernya.

Baca juga :  Brimob Jabar Berikan Fasilitas Wifi Gratis Lewat Program Brimob Ramah Anak Indonesia "BRAIN"

Sektor strategis di lingkungan birokrat, misalnya jajaran setingkat kementerian, sepertinya banyak pihak kurang peduli dengan dukungan intelijen strategis.

“Hal ini barangkali disebabkan oleh beberapa hal, misalnya; (1) persepsi mereka yang memandang intelijen sebatas kegiatan spionase, (2) trauma terhadap kinerja intelijen di masa lalu, (3) sudah terbiasa membuat program tanpa intelijen strategis,”bebernya.

Sebaliknya kata dia, jika menggunakan asumsi-asumsi yang dianggap dapat membantu, tidak adanya divisi intelijen yang tersedia untuk mendukung kegiatan perencanaan.

“Konstruksi lembaga intelijen di era orde baru memang tidak membentuk divisi – divisi intelejen di tingkat kementerian, melainkan membentuk divisi pengamanan yang secara teoritik lingkupnya adalah counter intelligence,” ungkapnya.

Peran dan fungsi BIN masih cenderung negatif responnya dalam strategi pembangunan.

“Di zaman milleneal saat ini, dimana multitasking adalah bagian dari cara hidup. Yaitu penanganan informasi dan berkomunikasi. Dua hal inilah menjadi latarbelakang Negara AS membuat terobosan Lembaga Intelijennya dipimpin oleh non militer,”urainya.

“Kami yang juga mengakui termasuk generasi millenneal ini ingin menjaga keutuhan dan kejayaan NKRI. Menginginkan adanya sebuah supremasi informasi di tubuh lembaga intelijen Indonesia,”sambungnya

Dari sekian nama yang ada, menurut Azhar, sosok Budi Gunawan (BG) adalah figur yang memiliki kemampuan mengembangkan fungsi dan peran BIN ke depan.

“Harapan kami beliau mampu mengembangkan strategi pembangunan dan informasi. Serta memiliki kemampuan komunikasi yang mampu menghilangkan dikotomi sektoral dalam pelaksanaan peran fungsi strategi intelijen kelak,” terangnya.

Dengan pengalamannya di Polri, Budi Gunawan mampu menangani tiga spektrum tersebut.

“Dari pemahaman sederhana tersebut, generasi millenneal ini dapat mengukur kinerja intelijen, apakah mampu mencegah ancaman atau justru tambah gaduh? Dalam dinamika antar kepentingan nasional, atau dinamika multi-nasional,” pungkasnya.

Baca juga :  Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri 2017, KPPU Gelar Diskusi

Sumber: kantorberita

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru