oleh

KLB PKPI : Mayjen (Purn) Haris Sudarno Terpilih Lewat Aklamasi

Jakarta, Kicaunews.com – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akhirnya menetapkan Mayjen (Purn) Haris Sudarno sebagai Ketua Umum PKP Indonesia untuk priode lima tahun mendatang. Setelah terpilih secara aklamasi di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Terpilihnya mantan Pangdam Brawijaya ini tak lepas dari manuver Samuel Samson yang mampu merangkul semua elemen tokoh yang sebelumnya menyatakan akan ikut bertarung dalam KLB. Akhirnya Samuel Samson juga di tetapkan sebagai Sekjen PKP Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat calon Ketua Umum, Samuel Samson, Mutia Hatta, Sri Edi Swasono dan Yusup Karta Negara dalam konfrensi satu hari sebelum KLB menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PKPI di KLB.

Namun arena KLB berubah menjadi penyatuan semua unsur dan tokoh dari berbagai kubu dan semua sepakat untuk mendukung pasangan Haris Sudarno dan Samuel Samson sebagai penjaga gawang PKP Indonesia.

Ketua Umum PKP Indonesia, Haris Sudarno, bertekad untuk tetap merangkul anggota yang selama ini terpisah antara jarak dan waktu serta dua berjanji akan merangkul seluruh masyarakat di Pemilu 2019 yang akan datang. Haris menilai, partai politik manapun tidak ada yang abadi semua mempunyai kepentingan. Maka pihaknya tetap mengundang partai manapun untuk tetap bersatu menjaga NKRI.

Terkait dualisme kepeminpinan PKP Indonesia, Haris mengatakan hanya PKP Indonesia yang dipimpinnya yang sah. Meski demikian dia tetap akan  merangkul dari pihak yang bersebrangan.

Bahkan menurut Sekjen PKP Indonesia Samuel Samson, bahwa keberadaan PKP Indonesia di bawah Plt. Haris Sudarno telah sesuai dengan AD/ART partai. Hal itu juga sesuai aspirasi para pengurus partai di berbagai tingkatan baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Baca juga :  Ciptakan Kamseltibcar Lantas, Jajaran Unit Lalulintas dan Sabhara Polsek Sukasari Polrestabes Bandung, Giat Gatur Di Pagi Hari

“Terjadinya KLB karena DPN merespon semua aspirasi dari 27 Provinsi. Mereka menilai peminpin sebelumnya tidak mampu merespon secara cepat. Sehingga aspirasi dari daerah utuk memberhentikan Ketua Umum Irsan Noor menjadi bola liar dan kami respon dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, setelah Irsan Noor diberhentikan pada tanggal 29 Juli 2019 lalu, para pimpinan Provinsi sepakat harus ada pergantian dan mencatat Haris Sudarno jadi Plt sampai ada pergantian yang baru, maka diadakanlah KLB.

“KLB  ini merespon jajaran partai seluruh nasional. Yang menilai Ketua Umum Irsan Noor membuat perpecahan dikubu partai dan tidak sesuai AD/ART,” jelasnya.

Samuel menilai, adanya KLB karena Kader PKPI Ingin menyelamatkan partai. Sebab PKPI merupakan aset bangsa dimasa depan. Dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan uud 45. “Serta supermasi hukum kita juga sudah sah, karena tecatat di Kemenkumham,” katanya.

sumber: radarpolitik

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru