oleh

Momentum KKN, Mahasiswa UIN Sosialisasikan Bahaya Rokok dan Narkoba

Jasinga, kicaunews.com – Pelajar adalah penerus bangsa. Begitu seperti dikatakan oleh Jouhar Bachtiar, Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata 54 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (KKN EKADASA ARKA). “Wibawa dan martabat bangsa ini ada pada mereka,” ujar Jouhar. Menyadari hal ini, Kelompok KKN EKADASA ARKA bekerja sama dengan LSM No Tobacco Community melakukan sosialisasi bahaya rokok dan narkoba dalam bentuk penyuluhan kesehatan sebagai salah satu program mereka.

Ahmad Fakhrurrozi -atau panggilan akrabnya Fakhri, Sekretaris KKN Ekadasa Arka juga mengungkapkan harapannya agar masyarakat Desa Cikopomayak semakin sadar akan bahaya rokok dan narkoba. “Kami menemukan ada anak-anak sekolah yang merokok. Kami khawatir jika mereka sudah merokok dan lepas dari pantauan orang tuanya, bisa terjerat kepada hal yang lebih buruk lagi seperti narkoba. Karena kan rokok itu adalah gerbang menuju narkoba,” ujar Fakhri

Penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Jasinga, Kp. Bojong Tengah, Ds. Cikopomayak, Kec. Jasinga, Kab. Bogor pada hari Jumat, 12 Agustus 2016. Dalam kesempatan ini, Bagja Nugraha, yang menjadi narasumber dari LSM No Tobacco Community memaparkan hal-hal terkait narkoba dan rokok, jenis-jenisnya, kandungan di dalamnya, serta dampaknya terhadap kesehatan.

Tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, sosialisasi juga dilakukan dalam bentuk tanya jawab. Anak-anak begitu antusias mengajukan pertanyaan. Beberapa menanyakan tips menghindari rokok, tips berhenti dari rokok, dan apa saja manfaat dari berhenti merokok.

Selain itu, ada sebuah pertanyaan menarik terlontar dari peserta, “Kenapa sih iklan rokok itu bagus-bagus. Kan jadinya menggoda kita untuk merokok. Apa yang pemerintah lakukan untuk menangani hal ini?” Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Bachtiar, salah seorang siswa yang juga merupakan ketua kelas di SMPN 2 Jasinga.

Baca juga :  Jadilah pemilih cerdas untuk Banten bekualitas

“Ini pertanyaan yang luar biasa. Ini pertanyaan yang menarik,” ujar Bagja Nugraha selaku narasumber. Menjawab hal itu, Bagja juga ikut menyampaikan hal-hal terkait iklan rokok di Indonesia dan urgensi Indonesia mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau.

“FCTC bertujuan untuk melindungi generasi kini dan mendatang dari dampak negatif konsumsi rokok. Dengan Indonesia mengaksesi FCTC, maka iklan, promosi dan sponsor produk tembakau (rokok) akan sepenuhnya dilarang. Sehingga adik-adik, anak-anak Indonesia, dapat terlindungi tidak hanya dari paparan asap rokok orang lain, tapi juga terlindungi dari paparan iklan rokok,” tegas Bagja.

Pemberian Plakat Narasumber dan Panitia
Pemberian Plakat Narasumber dan Panitia

Setelah selesai penyampaian materi dan diskusi, peserta juga diajak untuk membuat video. Video tersebut berisikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati dan DPRD, untuk segera mensahkan dan menerapkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Selain itu mereka juga membuat video yang berisi permintaan kepada Presiden Republik Indonesia untuk membebaskan Indonesia dari iklan rokok dan asap rokok. Harapannya, melalui video ini, pemerintah bisa mendengar suara mereka, dan melindungi mereka. [Bagja Nugraha]

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru