oleh

Dialog Interaktif Pemantapan Wawasan Kebangsaan Angkatan V Bagi Ormas Etnis Dan Keagamaan Kesbangpol DKI

Jakarta, Kicaunews.com – (18/08) Badan kesatuan bangsa dan politik DKI Jakarta menggelar acara dialog interaktif pemantapan wawasan kebangsaan bagi Ormas Etnis dan keagamaan,bertempat di Aula serbaguna GOR Otista, jl otista raya jakarta timur dan di hadiri oleh berbagai ormas etnis dan keagamaan diantaranya ada GERAK API ( Gerakan Alam Pikir Indonesia ), Matakin, Forkabi, HMI, GPII .

Habib setiawan selaku ketua pelaksana kegiatan ini dan selaku salah satu ketua di Kesbangpol DKI mengatakan kegiatan ini di gelar agar ormas etnis dan keagamaan memahami tentang wawasan kebangsaan dan segala aspeknya.karena materi yang di sampaikan nanti yakni :

1.Dinamika pembauran kebangsaan dalam masyarakat multi etnis di Indonesia akan di sampaikan oleh Prof.Dr Budi    Sulistiono, MA

2.Wawasan kebangsaan dan ketahanan ekonomi masyarakat oleh Dr Kisroh Dwiyono

3.Pentingnya wawasan kebangsaan dalam meningkatkan pembauran bangsa oleh kol.Yusran Yunus

4.Peranan pendidikan wawasan kebangsaan bagi tokoh etnis dan agama oleh M.Ramdan Perdana, S.IP, MM Acara di buka oleh H Darwis M Adji, SH , MSi selaku Kepala bidang ideologi dan wawasan kebangsaan, dalam sambutan nya beliau katakan bahwa DKI Jakarta akan menggelar hajatan demokrasi yakni Pemilihan Gubernur pada tanggal 15 Februari 2017, jadi kita sebagai warga negara yang baik harus memilih dan pilihlah sesuai hati nurani agar terpilih pemimpin yang nantinya bisa mengayomi rakyatnya.

Setelah acara di buka di teruskan dengan sesi diskusi interaktif , untuk sesi pertama di moderatori oleh Anugrah Widhy, dengan pemateri Prof.Dr Budi Sulistiono, MA dan Dr kisroh dwiyono.

Setelah sesi diskusi pertama selesai di buka sesi tanya jawab, dan peserta sangat antusias sekali bertanya.

Setelah itu sesi diskusi kedua yang di moderatori oleh Surya,dengan pemateri Kol.Yusran Yunus dan M.Ramdan Perdana, S.IP, MM.

Baca juga :  TMMD 2018, TNI Gelar Lomba Jurnalistik

Dari materi disampaikan tentang ketahanan ekonomi, berikut materinya :

tengah dinamika perekonomian global belakangan ini, persoalan ketahanan ekonomi nasional perlu mendapat perhatian serius dari presiden dan para pembantunya (menteri teknis), agar ke depan ketahanan ekonomi mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang berpotensi mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Bagaimanapun, konsepsi ketahanan ekonomi nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara.adalah satunya adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pengembangan nilai dan visi nasional demi sebesar-besarnya bagi kemakmuran yang adil dan merata bagi bangsa Indonesia.

Pasalnya, kita tidak boleh lengah menghadapi adanya kecenderungan dan dominasi negara adidaya, yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. Banyak negara yang merasa kuat ekonominya cenderung menerapkan kepentingan politik serta dilandasi nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada negara lain dalam hal demokrasi, dan lingkungan hidup serta pandangan bebas. Ini yang menjadi penyebab munculnya tekanan politik dan krisis ekonomi nasional.

Tidak hanya itu. Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi bangsa Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global, juga menyebabkan krisis ekonomi bangsa.Kita akui bahwa secara sosiologis bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan etnis dengan adat istiadat, bahasa, pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, hal ini dapat merupakan titik rawan yang menimbulkan primordialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa yang pada akhirnya krisis ekonomi melanda kehidupan berbangsa.

Baca juga :  Hapus Kesan Buruk Terhadap Polri, Sejumlah Anak PAUD 'Dianka' Datangi Polsek Pondok Aren

Mengapa? Karena sampai sejauh ini kepemimpinan nasional belum terlepas dari virus kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), kemudian tingginya tingkat pengangguran juga menimbulkan kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin sehingga menimbulkan krisis ekonomi yang berkelanjutan. Selain terbatasnya sarana dan prasarana ekonomi mempengaruhi arus bahan, barang dan jasa sehingga perkembangan ekonomi menjadi terhambat, akibat pengaruh aliran neo liberalisme yang secara terstruktur mempengaruhi kebijakan ekonomi di negeri ini.

Potensi ancaman dari luar lainnya adalah dalam bentuk penjarahan sumber daya alam Indonesia melalui eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkontrol yang pada gilirannya dapat merusak lingkungan atau pembagian hasil yang tidak seimbang, baik yang dilakukan secara legal maupun yang dilakukan melalui kolusi dengan pejabat pemerintah terkait sehingga meyebabkan kerugian bagi negara.

Gangguan dari luar tampaknya akan lebih berbentuk upaya menghancurkan moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda, peredaran narkotika dan obat-obat terlarang, film-film porno atau berbagai kegiatan kebudayaan asing yang mempengaruhi bangsa Indonesia terutama generasi muda, yang pada gilirannya dapat merusak budaya bangsa.

Hal ini patut diwaspadai secara serius oleh pemerintahan Jokowi-JK. Karena semua potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan ketahanan nasional melalui berbagai cara, antara lain pembekalan mental spiritual dan revolusi mental di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh negatif budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia. Saatnya Pancasila sebagai dasar negara perlu menjadi landasan peningkatan rasa cinta tanah air (patriotisme) melalui pemahaman dan penghayatan yang riil (bukan sekedar penghapalan) dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Semoga dengan adanya acara ini peserta bisa mengaplikasikan ke masyarakat tentang wawasan kebangsaan tersebut, terutama buat diri sendiri, salam Indonesia Raya.

Baca juga :  Sarasehan Membangun Semangat Cinta Tanah Air dan Bela Negara Badan KESBANGPOL DKI

A Widhy

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru