oleh

Soal Krisis 1998 dan 2008, Begini Cerita Boediono

Jakarta, kicaunews.com – Mantan Wakil Presiden Boediono Bercerita tentang pandangannya Mengenai Krisis Yang Terjadi pada 1998 Dan 2008.

Menurut dia, pada setiap Krisis Selalu diwarnai dengan elemen Kejutan. Dia menceritakan, pada Krisis 1998 atau biasa disebut Krisis Keuangan Asia dipicu Oleh perpindahan Aliran dana Yang Begitu Cepat. Sementara, Indonesia tak Cukup Pengalaman untuk review Menghadapi Krisis tersebut. “Tahun 1997-1998 Yang kitd sebut Krisis Keuangan Asia Tiba-Tiba Uang Yang berputar di Thailand, Malaysia, Indonesia Dan Korea Selatan Keluar karena berbeda hal.

Dipicunya, Thailand peminjam Dari dana Tiba global yang Yang -tiba tidak bisa Bayar Yang Terjadi pada Waktu itu, kitd Belum Punya Pengalaman penanganan Mengenai Krisis semacam itu, “kata dia hati Acara Ekonomi Indonesia :. Ulasan Sektor Keuangan dan Perbankan di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta, Senin (15/8/2016). Dia menuturkan, hati Menghadapi Krisis terpenting ialah Menjaga psikologis pemilik dana. Hal tersebut dilakukan Supaya perbedaan pemilik dana Bertahan untuk berada di Indonesia.

“Sebelumnya, Krisis kitd karena Domestik karena Kesalahan kitd Sendiri kitd cetak duit, tapi itu jauh Llebih Mudah. ​​Sekarang tergantung pada psikologi pemilik dana Penyanyi global yang Yang Dan Kita Harus hati-hati jaga psikologi mereka Supaya Tetap Tenang di gatra kitd,” Jelas dia.

Senada dengan Krisis Tahun 1998, Krisis PADA 2008 juga dipenuhi dengan elemen Kejutan. Boediono mengatakan Krisis Yang dikenal dengan Krisis Keuangan tersebut global yang Yang Terjadi Beroperasi Tiba-Tiba. Mulanya, Boediono menuturkan pada 2007 tidak terlihat adanya Ancaman Krisis Yang berdampak pada Asia.

“Pada 2007 Sudah ada tanda-Tanda di Konsultasi Kesehatan, Hukum (AS), Pinjaman tertinggi, ada menyelamatkan di beberapa bank yang Yang di AS Dan eropa. Tapi kita merasa tidak apa-apa, 2007 Aman itu,” kata dia.

Namun, guncangan baru terasa Anda Andari ketika shalat Satu Institusi Keuangan Lehman Brothers Bangkrut. bangkrutnya Lehman Brothers berdampak pada keringnya likuiditas hampir Pada semua gatra.

“Anehnya, sebelum itu ada beberapa bank yang Yang Yang dibailout, tapi Yang Satu Penyanyi dibiarkan. Akibatnya konsekuensi Yang tidak diperkirakan sebelumnya yakni likuiditas kering di semua gatra. Thailand, Malaysia, Singapura, Australia semua mengering, “papar dia.

Melihat hal tersebut, dia menuturkan Pemerintah perlu mengambil sikap intervensi. Akhirnya, Pemerintah memutuskan untuk mengulas Menutup 16 Bank Yang Supaya Krisis tidak Berkelanjutan.

“Seandainya menyadari, Bank tutup oke tapi Harus denganSistem pengaman, “dia ujar.

Sumber: Liputan6.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru