oleh

Aziz Khafia: Semua Punya Berpotensi Besar Jadi Pemimpin Jakarta

Jakarta, kicaunews.com — Masa pencalonan yang sesungguhnya bakal Cagub-Cawagub DKI Jakarta akan digelar sebentar lagi. Dan perkembangan politik di Ibukota pun mulai menghangat, publik menunggu siapa nanti yang akan bertarung di pilkada Jakarta 2017. Selain partai-partai politik yang tengah menyiapkan calon usungannya, banyak elemen masyarakat lainnya pun bersiap turut serta menyambut dan mensukseskan pesta demokrasi di ibukota.

“Gubernur saat ini sebagai calon petahana sudah mengkonsolidasikan diri mulai dari pengumpulan KTP hingga merangkul partai pendukung, cuma jangan berfikir bahwa tak akan ada calon lain diluar petahana yang kuat,” demikian ujar DR. Abdul Aziz Khafia, anggota DPD RI dapil DKI Jakarta kepada kicaunews.com.

Lebih lanjut, Senator muda ini menjelaskan dalam Diskusi Rumahan yang digelar oleh Majelis Kajian Jakarta (MKJ)  bahwa dinamika politik di Jakarta saat ini menghangat dengan munculnya beragam isu publik berskala nasional, seperti soal reklamasi, kasus RSSW, Tanah di Cengkareng, Penggusuran dan lain-lain yang menurutnya itu hal yang biasa dalam suasana menjelang pilkada di ibukota negara.

“Saya hanya mengingatkan, bahwa calon-calon yang ada saat ini semua berpotensi menjadi pemimpin Jakarta, tidak perlu dibesar-besarkan bahwa calon petahana itu kuat, semua sama. Yang penting jangan terlalu jauh mengusung isu SARA” ujar anggota Komisi I DPD RI ini.

Disisi lain Aziz juga mengedepankan pentingnya membangun kesadaran berpolitik warga dan mencerdaskan diri agar paham tentang hakikat berdemokrasi, hingga tidak kebablasan. Diskusi-diskusi intensif seperti yang dilakukan MKJ perlu di kembangkan di masyarakat, agar tak mudah termakan isu-isu yang merugikan. Intinya masyarakat harus pintar dan jangan terlalu mudah termakan propaganda bahwa Jakarta telah berkembang maju sedemikian rupa karena hasil karya Gubernur sekarang, seraya mengingatkan bahwa program pembangunan ibukota saat ini hanya melanjutkan kebijakan Gubernur sebelumnya seperti Bang Yos dan Bang Foke (Fauzi Bowo). Cuma menariknya isu para pengusaha papan atas (Taipan) mendukung penuh penguasa Jakarta saat ini memang sudah bukan menjadi hal yang rahasia lagi. Dan bagi Aziz hal itu bukan kondisi suatu momok yang harus ditakutkan, rakyat Jakarta harus berani melawan.

Baca juga :  Satgas Dikmas Polda Jabar Sosialisasikan OPS Patuh Lodaya 2019 dan Membagikan Stiker Tertib Berlalu Lintas di ITS Kebon Kelapa Bandung

Sementara itu, Erwin H Al Jakartaty kordinator Majelis Kajian Jakarta (MKJ) menjelaskan bahwa apa yang dilakukan lembaga nya adalah upaya memberikan pendidikan sosial-politik kepada masyarakat dengan mengundang tokoh-tokoh yang berkompeten agar tercipta interaksi positif yang bermanfaat.

“MKJ mengajak kita semua utamanya kaum muda untuk share gagasan dan pemikiran dengan para tokoh atau pakar tentang berbagai persoalan lokal dan nasional. Dan akan kami dokumentasikan hasil nya guna sumbangsih pemikiran untuk bersama membangun bangsa dan ibukota” demikian tutur tokoh muda Betawi ini. MKJ sendiri adalah Lembaga kajian kemasyaratan yang didirikan oleh beberapa aktifis muda Jakarta.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru