oleh

Paslon Cabup Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Nomor Urut 3 ( DR La Ode Muhammad Baharuddin- H. La Pili Spd) Mengharapkan Pemilukada Kabupaten Muna Berjalan Jujur

Jakarta, Kicaunews.com – Terkait sengketa pemilukada Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara di Mahkamah Konstitusi Pasangan Calon (Paslon) Bupati nomor urut 3 ( DR La Ode Muhammad Baharuddin M.Kes- H. La Pili Spd) melakukan konferensi pers di Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia Menteng Jakarta, Senin (18/7/2016).

Baharuddin mengatakan pemilukada di Kabupaten Muna di laksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, yang diikuti oleh tiga pasang calon.Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Muna pada tanggal 19 Desember 2015 sebagai berikut pasangan calon nomor urut 1 memperoleh suara 47.434, pasangan calon nomor urut 2 memperoleh 5.408 dan pasangan calon nomor urut 3 memperoleh suara 47.467. Selisih suara paslon nomor urut 1 dan nomor urut 3 sebanyak 33.

Dengan perolehan suara tersebut pasangan calon nomor urut 1 mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). MK memutus Pemungutan Suara Ulang (PSU) dengan alasan bahwa telah terjadi pemilih ganda 2 orang yang memilih di TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Kelurahan Wamponiki serta pemilih dari luar wilayah 5 orang yang ada di TPS 1 Desa Marobo.

Putusan MK yang memerintahkan pelaksanaan PSU di 3 TPS dilakukan pada tanggal 22 Maret 2016 dimenangkan pasangan calon nomor urut 3 dengan unggul 1 suara. PSU di 3 TPS tanggal 22 Maret 2016 diduga banyak sekali ditemukan pelanggaran antara lain adanya pemilih ganda di 2 TPS PSU yang berjumlah 6 orang pemilih.

Adanya pemilih dari luar wilayah di 2 TPS PSU sebanyak 17 orang pemilih. Adanya dugaan keberpihakan oknum aparat kepolisian. Adanya dugaan money politic yang masif di TPS PSU yaitu TPS 1 Desa Marobo. Adanya dugaan intimidasi oleh tim pasangan calon nomor urut 1 kepada Tim Pasangan calon nomor urut 3.

Berdasarkan beberapa pelanggaran yang ditemukan saat pelaksanaan PSU di 3 TPS maka MK memutuskan lagi untuk melaksanakan PSU di 2 TPS yaitu TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Kelurahan Wamponiki.

Baca juga :  Satlantas Polres Indramayu Giat Menjaga Kamseltibcar

PSU jilid 2 tanggal 19 Juni 2016, dan berdasarkan hasil.rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten di 2 TPS tersebut, paslon nomor urut 3 hanya unggul 3 suara di TPS 4 Raha 1. Selisih suara 2.TPS adalah 375-355=20 suara. Kekalahan di TPS 4 Kelurahan Wamponiki diakibatkan banyak dugaan pelanggaran.

Tim pasangan calon nomor urut 3 memiliki alat bukti dugaan pelanggaran pemilukada Kabupaten Muna berupa Video, keterangan saksi dan pengaduan dari tokoh masyarakat Kabupaten Muna. Dugaan pelanggaran antara lain pemilih ganda tambah banyak, pemilih dari luar daerah jumlahnya lebh besar, dugaan intervensi dan ancaman dari tim paslon lawan, selain itu saran dari paslon nomor urut 3 tidak ditanggapi KPU Kabupaten Muna tutup Baharuddin. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru