banner 728x250

LPA Indonesia Mendorong Pemerintah Segera Mengambil Tindakan Terkait Vaksin Palsu

  • Bagikan
Ketua LPA Indonesia Seto Mulyadi
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) Seto Mulyadi (Kak Seto) di dampingi Sekretaris Jenderal Samsul Ridwan bertempat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jl. Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, sabtu (16/7/2016). Mendorong Pemerintah (c.q. otoritas kesehatan nasional) mengambil tindakan sehubungan vaksin palsu sebagai berikut :

Pertama, melakukan pemeriksaan komprehensip terhadap persediaan vaksin anak khususnya yang termasuk dalan daftar imunisasi wajib diseluruh sentra kesehatan yang menyelenggarakan layanan imunisasi anak.

banner 336x280

Kedua, sebagai bentuk sikap konsekuen Pemerintah atas pengadaan imunisasi wajib, sekaligus ancaman besar terhadap kesehatan anak-anak akibat vaksin palsu, sudah seharusnya Pemerintah mengagendakan pemberian imunisasi ulang secara cuma-cuma.

Ketiga, untuk melaksanakan poin kedua tersebut akan terbantu apabila Indonesia memilki basis data imunisasi naaional. Basis data tersebut dapat.diintegrasikan dengan kartu identitas anak (KIA). Riwayat imunisasi anak akan bisa terpantau dengan basis data tersebut.

Keempat, kepada anak-anak yang kebutuhan dasarnya terabaikan tersebut dapat dikenakan status sebagai anak korban perlakuan salah dan penelantaran. Sementara orang tua (pengasuh) si anak dikenakan ancaman pidana penjara dan /atau denda. Pemerintah harus tetap melakukan upaya pemeliharaan kesehatan anak-anak berkebutuhan khusus dan tidak memiliki orang tua.

Kelima, memahami kerugian besar yang diakibatkan terhadap anak-anak (generasi masa depan bangsa), produsen vaksin asli dan negara. Para anggota sindikat pemalsuan vaksin layak dijatuhi hukuman seberat-beratnya, termasuk jika memungkinkan dijatuhi hukuman mati.

Keenam, terlepas dari adanya beberapa jenis vaksin yang diberikan gratis di posyandu, pemerintah sudah sewajarnya memperkuat dukungan bagi penelitian dan pengembangan vaksin dalam ramgka memperluas akses masyarakat ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk ketersediaan vaksin yang berkualitas dan berharga terjangkau. (Sunarto)

Baca juga :  Usia 57 Tahun, Karang Taruna Harus Kreatif, Produktif dan Inovatif

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *