oleh

Menyemarakkan Haul Habib Sholeh Tanggul

Jakarta, Kicaunews.com – Kata Imam Sya’raniy ra . bahwa tidaklah seorang Auliya dikatakan sebagai Waliyullah yang agung kecuali ia tetap memancarkan karamahnya ( kemuliaannya ) saat sesudah kematiannya , sebagaimana memperlihatkannya dulu kala saat masa hidupnya .

Bahkan karamahnya sesudah kematian itu lebih besar daripada saat – saat masih hidup sebelumnya .

Jika ada seorang Auliya , karamahnya ” berhenti ‘ sampai saat kematiannya saja , maka dapat dikatakan tingkatan kewaliannya masih rendah .

Hal ini berhubungan dengan keadaan Alam Barzah / akhirat itu justru memungkinkan adanya kebebasan tanpa Hijab sebuah Arwah dalam menaiki tangga – tangga Taraqqiy dan Tajalliynya disebabkan telah sirnanya sekat-sekat basyariyyahnya yang mengungkung selama hidup di alam dunia .

Dahulu , saat masih sering mujalasah dengan adik Habib Anis , Yakni Al Habib Ali bin Alawiy al Habasyi , beliau banyak menuturkan kisah-kisah para Waliy yang telah mencapai maqam ini . Istilahnya adalah para Ahlut Tasyarruf
Dan diantara yang telah mencapai kedudukan tersebut , sebagaimana dikatakan oleh banyak kalangan adalah HABIB SHoLEH TANGGUL .

Syahdan , dalam sebuah perjalanan rihlahnya , Al Habib Abdurrahman bin Syeikh al Athas,Asembaris kebon Baru bersama rombongan melewati kota Jember . Biasanya jika sampai ke kota tersebut , beliau menelepon keluarga-keluarga Al Habib Sholeh Tanggul , untuk sekedar bersilaturahmi dan berziarah ke makam Habib Sholeh bersama-sama .

Namun ketika itu , beliau Habib Abdurrahman tidak menelepon , karena hari sudah begitu larut malam . Tidak enak dan sungkan malam-malam seperti itu bertamu ke tempat seseorang dan merepotkan mereka .

Maka beliau langsung saja berziarah ke Makam Habib Sholeh , tanpa mampir dan mengabari keluarganya terlebih dahulu . Beliau berziarah tidak lama , karena berniat cepat-cepat beranjak dan bersama rombongan ingin meneruskan perjalanan ke Surabaya .

Baca juga :  Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Bhabinkamtibmas Giatkan Sambang

Tetapi begitu ziarah selesai , tiba-tiba masuk seseorang yang masih kerabat Habib Sholeh . Sesudah bersalaman , beliau berkata kepada Habib Abdurrahman :

” Habib Abdurrahman jangan pulang dahulu . Mampir dahulu kerumah ….”

Karena tidak mungkin menolak undangan itu , maka Habib Abdurrahman dan rombongan menuju rumah kerabat Habib Sholeh tersebut . Dan begitu masuk ruangan , betapa kagetnya Habib Abdurrahman .

Segala macam hidangan makan malam ,beraneka rupa sudah disiapkan untuk menjamu beliau dan rombongan . Dimalam selarut itu , maka makanan-makanan tersebut adalah hidangan yang hanya mungkin terwujud jika dipersiapkan / dimasak berjam-jam sebelumnya .

” Bagaimana kalian bisa menyiapkan jamuan seperti ini , sedangkan kami tidak memberitahukan kedatangan kami kepada kalian sebelumnya ? ” Tanya Alhabib Abdurrahman .

” …Tetapi Habib Sholeh tahu kedatangan antum , Ya Habib Abdurrahman . ” Jawab Mereka .. ” Salah seorang dari kami bermimpi , Habib Sholeh berkata :

“Siapkan perjamuan seperti biasa … Jam sekian Habib Abdurrahman akan datang berziarah kepada kita … ! “

MasyaAllah . … MasyaAllah .
Maha benar Dzat yang telah bertitah : ” Dan jangan sekali-kali kalian menyangka , orang-orang yang telah dimatikan dijalan Allah itu adalah orang-orang yang mati .
Tetapi mereka itu hidup , disisi Tuhan mereka , dan mereka ( senantiasa ) dilimpahi rejeki – rejeki ( kemuliaan .) … “.

Maka para zairin , orang yang datang berziarah kepada Para Auliya yang agung seperti Habib Sholeh ini , yang datang Haul beliau , mereka semua diawasi oleh beliau . Belaiu melihat satu persatu .

Fulan bin Fulan datang , sendirian .
Fulan bin Fulan datang dengan kerabat dan sahabatnya .
Semuanya berdo’a dan membawa hajat-hajat sedemkian …

Lalu , jika yang datang dengan membawa hati yang tulus dan pancaran Nur ruhaniyah yang terang benderang , maka Habib Sholeh akan turut senang dengan kedatangannya dan mengamini .

Baca juga :  Jajaran Polsek Sukagumiwang Bersama TNI dan Sat Pol PP Giat Ops Yustisi

Hjat-hajat kemudian terkabulkan , berkat syafaat beliau .
Yang sakit disembuhkan , berkat syafaat beliau .
Yang sedih digembirakan , berkat kemuliaan beliau .
Yang sempit dilonggarkan berkat kemuliaan beliau .

Lalu semoga saja , beliau mencari-cari :

” Dimana gerangan si Fulan , yang biasa hadir , mengapa tidak tampak batang hidungnya sekarang ?
Apakah karena Udzur dirinya kali ini tidak datang ?

Jika karena Udzur semoga Allah tidak menghalanginya mendapat limpahan berkah perkumpulan agung ini … “

Begitulah kiranya … Seperti kata ba’dhus Shalihin bahwa : ” Para pemuka Saadah Ba’alawiy yang telah wafat , mereka sangat perhatian terhadap keadaan anak-anak dan cucu-cucu serta pecinta-pecinta mereka yang masih hidup di alam dunia … “

Dan Habib Sholeh pun begitu .

AlMadad AlMadad …Ya Habib Sholih …
Tadaarokna …. Ya Ahlad Darok .

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru