oleh

Jokowi Semakin Jauh dari Semangat Nawacita dan Trisakti

Jakarta, Kicaunews.com – Ricky Tamba,Jubir Jaringan ’98 mengatakan, kondisi ekonomi dan politik Indonesia semakin mengkhawatirkan. Banyak program Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang sekadar karitatif bahkan bersifat seremonial belaka.

“Pemerintah tidak menyentuh masalah pokok rakyat, yakni penciptaan lapangan kerja dan kondusifitas perburuhan, serta peningkatan produktivitas pertanian secara sistemik,” kata Ricky di Jakarta, Rabu (13/7).

Mirisnya, modal asing hasil neoliberalisme yang menggempur hingga pelosok daerah makin menghancurkan ekonomi nasional. Ia menilai mayoritas menteri masih harus belajar keras tentang tata cara pembuatan kebijakan publik agar implementatif dan bermanfaat.

Menurutnya, dalam perspektif kebangsaan, pemerintah begitu tunduk pada doktrin-doktrin pasar bebas sehingga banyak ide yang ditujukan untuk menarik modal seperti Paket Kebijakan, Penghapusan Perda yang tidak Probisnis, Tax Amnesty, tetapi mengabaikan hak konstitusi rakyat.

“Ini bukan lagi neoliberal tapi sudah ultraliberal. Semakin hari semakin jauh dari janji Nawacita dan Trisakti. Sebagai aktivis, kami bisa rasakan bahwa gejala perlawanan rakyat yang menjelma ke people power akan menjadi kenyataan,” ucapnya.

Dia menyarankan, langkah mendesak yang harus dilakukan Presiden Jokowi adalah reshuffle kabinet secara smart, proporsional dan penuh dengan terobosan baru. Jika reshuffle tetap dipaksakan dengan pola politik kompromi koalisi pendukung pemerintahan, pribadi profesional nonpartisan yang memiliki kompetensi dan istiqamah pada alur perjuangan membela nasib akar rumput, akan sulit untuk duduk dalam kabinet. wan)*

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru