oleh

Tragedi ‘Brexit’, Emrus Sihombing : Kemenhub Harus Asah Rasa Empati

kicaunews.com — Tindakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Pandjaitan, dengan meminta maaf kepada masyarakat patut mendapat apresiasi dari masyarakat.

Pasalnya, ia meminta maaf atas jatuhnya korban jiwa yang disebabkan oleh kemacetan saat mudik lebaran. Hal ini dinilai merupakan hal yang baik dan positif.

“Pernyataan maaf ini setidaknya  dapat mengobati rasa luka di hati pemudik, utamanya keluarga korban, atas beberapa pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) yang sangat kurang bijak dan berpotensi menimbulkan kegaduhan,” ujar Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, Seperti dilansir jawapos.com,

Beberapa hari yang lalu, lanjut dia, Menhub Ignasius Jonan tampak membela diri seakan tak yakin bahwa ada korban yang meninggal dunia akibat macetnya jalanan saat mudik lebaran, hingga akhirnya, rekannya di kabinet kerja yang meminta maaf.

“Menhub pun seolah mencari kambing hitam dengan menyatakan bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan agar jangan diam saja dong,” sesalnya.

Bahkan kata dia, Kemenhub kemudian merilis jumlah orang meninggal lebih sedikit dibanding periode yang sama sebelumnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, memang yang disampaikan itu adalah fakta, namun sangat tidak tepat momentum di tengah berkabungnya bangsa ini.

Emrus berharap agar Menhub Jonan perlu belajar komunikasi bijak pada situasi yang memprihatinkan dan atau krisis. “Ia (Jonan) pun perlu harus mengasa rasa empati terhadap peristiwa kemanusiaan,” tandad dia.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian meninggalnya para pemudik saat terjadi kemacetan parah arus mudik melalui akun twitter Kemenko Polhukam, @PolhukamRI.

Tak hanya Menko Polhukam, permohonan maaf juga disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melalui akun twitternya @tjahjo_kumolo

Baca juga :  Lagi Lagi Arogansi Menteri Jonan Kepada Wartawan Kembali Terulang, Ada Apa Dengan Menteri Ini?

Sumber : jawapos.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru