oleh

Bencana Kemacetan Mudik 2016, Sekjen OPSI : Jangan Salahkan Rakyak

Jakarta, kiccaunews.com — Pemerintah diminta untuk mengusut tuntas kejadian belasan orang pemudik yang meninggal dunia akibat bencana kemacetan mudik Lebaran di jalan tol di Brebes Timur. Hal ini jelas-jelas kesalahan pemerintah, dan yang melakukan kelalaian harus bertanggungjawab. Pemerintah tak cukup hanya meminta maaf.

“Pemerintah harus mengakui kesalahannya dan harus meminta maaf kepada rakyat. Jangan biasakan untuk salahkan rakyat karena ketidakmampuan pemerintah. Ini jelas-jelas kesalahan pemerintah dari hulu ke hilir, dari proses perencanaan tol sampai tindakan pertolongan,” kata Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar seperti dilansir Harian Terbit di Jakarta, (10/7/2016).

Ia menilai, terjadinya kemacetan total di tol Brebes merupakan bentuk kelalaian pemerintah. “Pintu keluar tol Brebes dibangun dekat pasar sehingga menciptakan macet, format keluar tol-nya bottle neck dua jalur. Ini menyebabkan macet juga,” ujarnya.

Timboel juga menyesalkan pihak Jasa Marga yang tidak memiliki ambulans helicopter, sehingga kondisi macet menyebabkan ambulans tidak bisa menjangkau orang yang sakit karena terhadap kemacetan.

“Bila ada helikopter ambulance maka proses evakuasi pasien lebih mudah untuk diantar ke rumah sakit,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kejadian belasan orang pemudik yang meninggal dunia saat mengalami kemacetan di jalan tol di Brebes Timur.

“YLKI mendesak Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan untuk mengusut tuntas terkait 18 orang meninggal dunia akibat bencana kemacetan di tol Brebes Timur,” kata Tulus.

Bila perlu, Tulus mengusulkan agar pengusutan kejadian 18 orang meninggal dunia di jalan tol itu dilakukan dengan melibatkan tim independen.

Menurut dia, hal itu penting untuk menunjukkan dan membuktikan kepada masyarakat penyebab kematian 18 orang itu disebabkan oleh efek kemacetan di jalan tol saat arus mudik atau tidak. “Bila benar meninggal karena dampak langsung kemacetan, maka pemerintah dan pengelola jalan tol harus bertanggung jawab baik secara perdata maupun pidana,” tuturnya.

Baca juga :  Hingga Hari Ini Arus Balik 2016, Palimanan Arah Cikampek dan Karawang Barat Macet 8Km

Menurut Tulus, secara perdata pengelola jalan tol wajib memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada ahli waris korban yang meninggal dunia karena terkena dampak kemacetan di jalan tol.

Minta Maaf

Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan meminta maaf atas terjadinya musibah mudik yang merenggut korban jiwa saat kemacetan panjang di Brebes, Jawa Tengah.

“Menko Polhukam Luhut Pandjaitan minta maaf kepada masyarakat atas jatuhnya korban jiwa selama tanggal 3-5 Juli lalu,” demikian kicauan akun twitter Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan @polhukamRI, Minggu.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas nama pemerintah juga menyatakan permintaan maaf terkait layanan mudik tahun ini, terutama setelah musibah kemacetan panjang di Brebes yang merenggut korban jiwa.

“Terjadinya musibah sebagian warga masyarakat pada saat kemacetan di Pantura daerah Kabupaten Brebes, Saya Mendagri atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf,” katanya.

Mendagri mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya maksimal memberikan pelayanan ke masyarakat saat mudik, namun menyatakan pemerintah akan mengevaluasinya.

Kemacetan panjang di pintu tol Brebes telah merenggut korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes telah mengumumkan 17 orang yang meninggal dunia saat mudik lebaran 2016.

Investigasi

Hal senada dikatakan anggota DPR RI, Jazuli. Ia juga meminta Pemerintah untuk melakukan investigasi dan evaluasi serius atas peristiwa yang bisa disebut tragedi ini. Caranya, dengan segera memanggil dan mengkoordinasikan kementerian/lembaga terkait, pemda, operator jalan, aparat keamanan dan pihak-pihak terkait untuk memberi penjelasan dan membahas solusi jangka pendek dan panjang.

“Kenapa pelayanan jalan tol sampai begitu kacau. Jangan membela diri atau melempar tanggung jawab, meremehkan atau menutup-nutupi masalah, apalagi sampai menyalahkan pemudik dan terkesan tidak berempati pada korban,” kata Anggota Komisi I DPR itu.

Baca juga :  Ini Data Korban Meninggal Saat Mudik Lebaran 2016

Fraksi PKS sendiri, tegas Jazuli, telah memerintahkan anggotanya yang duduk di Komisi V DPR untuk menggali informasi dan klarifikasi terkait peristiwa ini. Tak lupa, Jazuli juga meminta agar para anggota Fraksi PKS di Komisi V tersebut agar segera memanggil kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk dimintai pertanggungjawaban usai libur lebaran nanti.

“Kami mendesak Pemerintah agar segera melakukan langkah-langkah penanganan dan solusi jangka pendek untuk mengantisipasi arus balik lebaran. Jangan sampai tragedi ini terulang kembali,naudzubillah,” katanya.

Sumber : Harianterbit.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru