oleh

Konas MENWA Indonesia Mengutuk Serangan Bom Bunuh Diri Di Madinah

Jakarta, Kicaunews.com — Kawasan Timur Tengah yang sudah membara dengan berlangsungnya perang di Irak, Suriah, Yaman, Libanon Selatan dan Palestina, kian memanas dengan terjadinya serangan bom bunuh diri di Kota Suci Madinah Al Munawarah (4 Juni 2016/29 Ramadhan 1437 H). Serangan mengagetkan ini begitu keji dan dilakukan ditengah kesucian bulan Ramadhan.

Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (Konas Menwa)  mengutuk keras aksi serangan bom diri di kota Madinah, Arab Saudi yang terjadi senin sore kemarin waktu Arab Saudi. Dalam siaran pers nya, Komandan Komando Nasional (Dankonas) Menwa Indonesia, Ariza Patria menyebut bahwa aksi teror tersebut sebagai aksi biadab dan tak bertanggung jawab serta sikap pengecut yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan melukai hati umat Islam sedunia menjelang peringatan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Dan menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menjaga kewaspadaan, agar serangan sejenis tak merembet ke Indonesia.

“Kami mengutuk keras tindakan biadab, pengecut,  dan tak bertanggung jawab itu di tengah suasana umat Islam sedunia sedang melaksanakan ibadah Ramadhan dan persiapan  memperingati hari raya Idul fitri. Serangan tersebut adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Dan Menwa Indonesia turut berduka cita pada para korban akibat serangan teror tersebut”, ujar Ariza Patria, Komandan Nasional Menwa Indonesia, selasa (5/7) seperti releas yang diterima redaksi.

Ariza juga menegaskan agar umat Islam tetap menjaga kesatuan serta tidak langsung mencari kambing hitam kelompok mana yang bertanggungjawab atas serangan teror bom di Madinah itu. Tunggu sampai investigasi dilakukan oleh pihak berwenang di sana.

“Persatuan umat Islam sedunia perlu dipelihara dalam kondisi seperti ini. Jangan pula terprovokasi dan mencederai hubungan baik dgn kalangan non-Islam, terlebih di Indonesia. Harus waspada jangan sampai berimbas negatif di negara kita”_ katanya. Sembari Mengingatkan bahwa serangan teror hampir serupa terjadi beberapa waktu lalu di Thamrin, Jakarta. Juga dibeberapa wilayah lainnya di Indonesia sebelumnya guna merusak pluralitas dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga :  Antisipadi Penyebaran Covid-19, Polsek Kerangkeng Bersama Forkopimda Gelar Pengecekan Posko Check point di Perbatasan Indramayu-Cirebon

Sementara itu, lebih lanjut mewakili Dankonas saat dihubungi ditempat terpisah, Wakil Komandan Nasional Menwa Indonesia Erwin H Al Jakartaty juga turut menyesalkan aksi teror ini. Menurutnya, serangan Bom bunuh diri di Madinah ini sangat mengagetkan dunia dan mencederai hati dan perasaan umat Islam di manapun dan merupakan aksi provokasi biadab guna merusak tatanan dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Terlebih serangan itu dilakukan  saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah Ramadhan dan Umroh serta terjadi diwilayah kota yang memiliki kesucian dan diakui secara universal. Siapapun dalang pelaku tindakan terorisme tersebut akan berhadapan dgn masyarakat dunia dan akan dihukum dunia-akhirat” ujarnya lebih lanjut.

Menwa sebagai organisasi kaum muda berbasis akademis yang berwawasan bela negara merasa perlu menyikapi aksi teror di Madinah ini, mengingat bahwa wilayah Indonesia yang luas dan majemuk juga rentan dengan terjadinya aksi sejenis, seperti beberapa waktu lalu. Dan diperlukan peningkatan kewaspadaan agar tragedi pemboman di Madinah ini tidak menginsparasi gerakan radikal yang ada di Indonesia.

“Peristiwa ini menjadikan kami semakin mawas diri dan menyiagakan jajaran Menwa se-Indonesia agar senantiasa aktif membantu pihak terkait seperti BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan TNI-POLRI dalam hal menanggulangi bahaya terorisme, terutama dilingkungan kita” demikian lebih lanjut, ditegaskan oleh Erwin H. Al Jakartaty.

Sebagaimana di ketahui dunia dalam waktu singkat, ledakan hebat terjadi di dekat wilayah Masjid Nabawi, Madinah. Hampir bersamaan terjadi pula dua serangan bom  bunuh diri di tempat lainnya. Sebelumnya juga terjadi di Qatif dan Jeddah. Akibat serangan teror ini jatuh korban tewas dan luka-luka. Sementara belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru