oleh

Ironi Negeri Maritim itu Bernama Reklamasi

Jakarta, Kicaunews.com – Setelah rame-rame mencermati kasus reklamasi Jakarta yang banyak menyimpan persoalan, kini kita harus mencermati kasus reklamasi lainnya di Indonesia, salah satunya Reklamasi Teluk Benoa di Bali.

Proyek jahanam di Pulau Dewata ini dilegalkan oleh Perpes No. 41 Tahun 2014. Dan sampai saat ini terus ditolak oleh Masyarakat Bali.

Salah satu persoalan reklamasi di Bali adalah material pasir yang diambil dari wilayah Lombok Timur, khususnya Pantai Labuhan Haji. Tak tanggung-tangung2, jumlah pasir yang tengah dan telah diambil sebanyak 25 juta meter kubik dari 50 juta meter kubik. implikasi dari aktivitas ini adalah menghancurkan ekosistem pesisir dan laut Lombok Timur serta merenggut kehidupan nelayan setempat.

Gile bener yah.

Yang ironis, sama seperti Gubernur DKI yang tak mau tahu, Gubernur Bali dan NTB pun melakukan hal yang sama, tak mau tahu soal pengrusakan ini. padahal kerusakan sudah tampak di depan mata mereka.

Kawan-kawan, ini baru reklamasi Jakarta dan Bali. akan banyak cerita lagi dari rekalamasi-reklamasi di wilayah lainnya.

jika ada yang mau berbagi mengenai persoalan reklamasi di daerah kawan-kawan, saya akan sangat senang hati.
Oleh Parid R

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

oleh

Ironi Negeri Maritim itu Bernama Reklamasi

Jakarta, Kicaunews.com – Setelah rame-rame mencermati kasus reklamasi Jakarta yang banyak menyimpan persoalan, kini kita harus mencermati kasus reklamasi lainnya di Indonesia, salah satunya Reklamasi Teluk Benoa di Bali.

Proyek jahanam di Pulau Dewata ini dilegalkan oleh Perpes No. 41 Tahun 2014. Dan sampai saat ini terus ditolak oleh Masyarakat Bali.

Salah satu persoalan reklamasi di Bali adalah material pasir yang diambil dari wilayah Lombok Timur, khususnya Pantai Labuhan Haji. Tak tanggung-tangung2, jumlah pasir yang tengah dan telah diambil sebanyak 25 juta meter kubik dari 50 juta meter kubik. implikasi dari aktivitas ini adalah menghancurkan ekosistem pesisir dan laut Lombok Timur serta merenggut kehidupan nelayan setempat.

Gile bener yah.

Yang ironis, sama seperti Gubernur DKI yang tak mau tahu, Gubernur Bali dan NTB pun melakukan hal yang sama, tak mau tahu soal pengrusakan ini. padahal kerusakan sudah tampak di depan mata mereka.

Kawan-kawan, ini baru reklamasi Jakarta dan Bali. akan banyak cerita lagi dari rekalamasi-reklamasi di wilayah lainnya.

jika ada yang mau berbagi mengenai persoalan reklamasi di daerah kawan-kawan, saya akan sangat senang hati.
Oleh Parid R

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru