oleh

Pesan Alm.Habib Munzir Al Musawa di Malam Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Jakarta, Kicaunews.com – “Berhati-hati di malam-malam terakhir bulan Ramadhan ini, jangan justru di malam terakhir kita sibuk dengan keduniawian, sibuk dengan masalah-masalah lebaran, sungguh hal itu di no.2 kan atau di no.70 kan. Ketahuilah hadiah-hadiah dari Allah sedang berlimpah bagi yang menghendakinya, bagi yang menginginkan kesuksesan dunia dan akhirah maka hal itu sangat kecil dan tidak berarti bagi Allah untuk memberikannya kepadamu, mintalah di malam-malam ini, dan selesai Ramadhan nanti waktumu untuk terus berusaha dan berusaha, untuk di sepuluh hari terakhir ini tetap dalam aktifitas kita, sekolah, pekerjaan, dan lainnya namun perbanyaklah doa dan munajat, jangan semakin memimikirkan hadiah-hadiah duniawi, sungguh hadiah-hadiah Ilahi lebih agung dan luhur yang membuka kehidupanmu selanjutnya bahagia di dunia dan akhirah karena hal itu tidaklah sulit bagi Allah subhanahu wata’ala, bukan hal yang besar dan susah bagi Allah untuk memberikannya kepadamu.”

“Amal yang berkualitas (dikerjakan dengan baik) adalah seperti sebuah intan berlian, kecil bentuknya tetapi mahal harganya. Orang yang menjadikan hatinya selalu ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berjuang untuk melindungi hatinya dari pengaruh hawa nafsu, maka itu lebih utama dari pada banyak melakukan shalat dan puasa sunnah (tetapi hatinya dikuasai hawa nafsu).”

Sayyiduna Al Imam Ibnu ‘Athaillah Asskandari

Berkata Al Imam Al-Ghazali:
.
“Seseorang yang berilmu dan kemudian mengamalkan ilmunya itu dialah yang disebut dengan orang besar di semua kerajaan langit, dia bagaikan matahari yang menerangi alam sedangkan ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak kasturi yang mengaharumi orang lain karena ia harum, seorang yang menyibukkan dirinya dalam mengajar berarti dia telah memilih pekerjaan terhormat”
.
Jika kita mencoba merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita. Jasa mereka tentu sulit untuk dinilai sebagaimana sulitnya menilai jasa para pahlawan bangsa yang telah rela mengorbangkan segala hal yang mereka miliki demi meraih kemerdekaan, termasuk mengorbangkan jiwa mereka. Bahkan guru adalah sang pahlawan itu sendiri walaupun tanpa tanda jasa.
.
Guru selalu memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilaku yang buruk. Oleh karena itu, guru mempunyai kedudukan tinggi dalam agam Islam. Dalam ajaran Islam pendidik disamakan ulama yang sangatlah dihargai kedudukannya. Hal ini dijelaskan oleh Allah maupun Rasul-Nya.
AlHabib Umar Bin Hafidz pernah berkata dihadapan murid-muridnya :

Baca juga :  Ajakan Bunuh Diri dan Aksi 20 Mei Untuk Gulingkan Jokowi Diklarifikasi GMKI

”Jika kalian mempunyai segunung ilmu dan amal kebaikan serta guru kalian adalah pemuka ulama dizamannya, lantas kalian merendahkan seorang muslim, siapapun dia, darimanapun dia,(meski ia adalah orang yg paling hina dan paling banyak dosanya di dunia ini) maka itu sudah cukup menjadi dosa besar yang menutupi semua yang kalian miliki, bukankah Rasulullah SAW telah bersabda ”Sudah cukup menjadi dosa besar bagi seseorang jika ia merendahkan saudara muslimnya” (kitab Taujihat Atthullab)

A Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru