oleh

Komunitas Rumah Belajar (eRBe) Education Relegion Bee.Entertainment

Jakarta, Kicaunews.com – Komunitas Rumah Belajar Erbe adalah representasi dari kepedulian sosial dari segelintir orang yang tergerak dan terpanggil untuk membantu sesama yang berada dalam kondisi tidak beruntung. dan dalam kesulitan.

wadah Rumah Belajar eRBe ini di bangun untuk memudahkan antara adik-adik dampingan dengan para volunter untuk berinteraksi dan berkomunikasi.dalam berkreasi dan berkreatifitas .Dengan harapan adik-adik mendapatkan layanan yang lebih baik dan mengamalkan segala yang di curahkan oleh volunter di masa depan kelak. serta dapat tumbuh kembang dengan selayaknya.

Berbagi bukan selalu di ukur dengan materi (Charity) tetapi juga bisa di aplikasikan dalam bentuk yang lain.sesuai dengan kapasitas dan itikad yang di miliki kembali.

Tentang eRBe Memang Komunitas Rumah Belajar (eRBe)

Education Relegion Bee.Entertainment adalah : representasi dari kepedulian sosial dari segelintir orang yang tergerak dan terpanggil untuk membantu sesama yang berada dalam kondisi tidak beruntung. dan dalam kesulitan.wadah Rumah Belajar eRBe ini di bangun untuk memudahkan antara adik-adik dampingan dengan para volunter untuk berinteraksi dan berkomunikasi.dalam berkreasi dan berkreatifitas . Dengan harapan adik-adik mendapatkan layanan yang lebih baik dan mengamalkan segala yang di curahkan oleh volunter di masa depan kelak. serta dapat tumbuh kembang dengan selayaknya.

Berbagi bukan selalu di ukur dengan materi (Charity) tetapi juga bisa di aplikasikan dalam bentuk yang lain.sesuai dengan kapasitas dan itikad yang di miliki.

Memang tidak begitu terlalu Familiar di telinga para sahabat handai taulan.Namun BUKAN SEKEDAR NAMA ATAU SEBUTAN PANGGILAN SAJA Melainkan mengembalikan Fungsi dan Ruh nya peran kepedulian bersama dalam upaya mencerdaskan anak anak indonesia konsern pada kegiatan belajar dan mengajar ! Di sela2 diskusi saya bersama para sahabat (Relawan Peduli Mengajar) volunter pada beberapa bulan yang lalu maka saya sepakat komunitas ini yang se belumnya akrab dengan sebutan #SANGGAR. saya nyatakan Secara Resmi telah ber Transformasi nama dan sebutan baru yang kini menjadi #Rumah_Belajar_
(eRBe)

Embrio : seperti hal nya bayi yang baru saja lahir 🙂 hingga terbentuk suatu karakter dan ciri khas nya.

Berikut Romodel Description singkatan eRBe serta penjelasan Filosofi nya :

Baca juga :  Pengecekan Protokol Kesehatan Dengan Himbauan 3M Terhadap Pedagang Dan Pengunjung Pasar Cilamaya

(e)ducation—- > kegiatan Metode dinamika kelompok belajar dan mengajar (KBM).dengan keterlibatan para kader (Relawan peduli Mengajar)

(R)elegion —-> memberikan penguatan pendidikan dasar ke agamaan bagi kelompok anak anak marginal.

(B)ee :—-> Merupakan Wadah/tempat. Sarang.kumpul nya bagi anak2 dan remaja dalam kegiatan ber kreativitas

(e)ntertainment :—-> Memfasilitasi serta Memberi kesempatan & Ruang seluas luas nya khusus nya bagi anak anak kaum marginal/Anjal yang selalu identik dengan Basic Talenta di bidang nya!
Beberapa kegiatan :

aksi volunter day atau gerakan mengajar para relawan adalah inisiatif aksi sosial yang dilakukan oleh komunitas Rumah Blajar eRBe, Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemauan untuk belajar dan mengejar cita-cita bagi anak-anak kaum marginal di sekitran kampung pemulung /rawadas pd kopi jakata timur
Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh komunitas rumah belajar eRBe dan Selain itu hadir juga beberapa perwakilan dari komunitas Sanggar Alam pendiri Rian Hamzah dan beberapa kalangan mahasiswa/wi dari latar belakang kampus yang berbeda seperti STIS,UNJ.YAI.UNIKOM dll.

“Kegiatan ini sangat menarik karena beberapa volunteer mengajarkan materi-materi pelajaran secara ringan dan jelas, Di Awali oleh pembukaan dan perkenalan dari sahabat relawan dan disusul oleh riyan dan handoko, ukhti Ismayati,., dalam membawakan pelajaran Matematika secara ringan, Antusias pun hadir di tengah anak-anak KBM anak – anak sekitaran wilayah kp Rawadas, mereka sangat ceria dan senang sekali menerima materi matematika yang dibawakan oleh volunteer kami.”handoko’ & ismayati, di sini anak-anak diarahkan untuk mengungkapkan cita-cita mereka,Untuk sekian kalinya mereka sangat anthusiast, banyak diantaranya bercita-cita menjadi seorang pemain sepakbola, Dokter, Guru, TNI bahkan Artis, inilah mulianya mereka, meskipun dalam keterbatasan ekonomi semangat mereka untuk bermimpi sangatlah tinggi.

Setelah sharing profesi selesai, Anak-anak dalam KBM selanjutnya adik adik kami arahkan untuk melukis kan impian dan cita-cita mereka dibimbing oleh Nurmi dan Alfrida , dalam melukiskan impian mereka sangatlah senang, banyak dari mereka yang melukiskan tentang sepak bola, melukiskan dirinya menggunakan seragam polisi dan guru. Inilah impian mereka, kami hanya berharap agar mereka bisa terus ingat akan impian dan cita-citanya sehingga dalam proses menuju kedewasaan mereka tetap termotivasi oleh impian-impian yang mereka lukiskan.

Baca juga :  Cegah Guantibmas di Kota Tangerang, Personel Gabungan Gelar Razia

Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting untuk kemajuan sebuah bangsa maupun agama. Karenanya semua orang berhak mendapatkan pendidikan di bangku sekolah, begitupun juga kaum marginal seperti anak jalanan dan pemulung. Namun faktanya tidak semua dapat mengenyam pendidikan, dari hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan di 12 kota besar menunjukan bahwa jumlah anak jalanan tahun 2003 sebanyak 147.000 orang. Dari data tersebut terungkap, sebanyak 60% putus sekolah, 40% masih sekolah.

Melihat fenomena dan data diatas tersebut sehingga kami berinisiatif menggerakan para anak muda dari berbagai profesi untuk bersama membangun sebuah komunitas Rumah Belajar eRBe yang didirikan pada 2009 agustus, yaitu merupakan sebuah wadah bagi para pemuda yang peduli pada kaum marjinal, anggota dari komunitas ini akan menjadi relawan secara cuma – cuma dan sepenuh hati untuk mengajar anak jalanan dan pemulung sebagai binaan mereka. Menurut Rian Hamzah dari Komunitas yang sama eRBe yang kemudian disingkat menjadi (education Relegion Bee entertaiment) menggungkapkan bahwa didirikan nya komunitas ini sebagai rasa prihatin dan rasa peduli khususnya kepada anak jalanan yang tidak mengenal baca dan tulis.

“Karena banyaknya anak anak jalanan di lapak pemulung sekitaran wilayah kampung RAWADAS kelurahan Pd kopi kec.duren sawit banyak yang putus sekolah dan jauh dari dunia pendidikan, oleh karena itu kami pemuda indonesia ingin menciptakan generasi yg lebih baik dari kami dengan membina anak-anak jalanan.” tutur diskusi kami dengan rekan sesama Volunteer.

Adapun kegiatan dari Rumah Belajar eRBe sendiri lebih terfokus mengajar, memotivasi & menginspirasi.

“Kegiatan yg di usung oleh gerakan relawan peduli pendidikan bagi kaum marginal/Anjal, mengajar anak putus sekolah akan di ikut sertakan sekolah paket, kelas motivasi dari kalangan pekerja misal dokter, guru, polisi, artis, pilot, dll. kita mendatangkan langsung relawan yang berprofesi seperti di atas untuk memotivasi cita-cita dari adik – adik binaan Rumah Belajar eRBe, itu kami lakukan di perkampungan pemulung sekitaran kp rawadas , taman banjir kanal timur/ BKT, Jakarta timur. Dimana Kami mengajar pada sore hari jam 15.00-16.00 wib di hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Baca juga :  Patroli Ketengah Masyarakat Himbau Keamanan Dan Covid-19

Banyak suka dan duka yang telah dijalani para kaka asuh /( relawan ) dalam mengemban misi sosialnya.”ketika bicara tentang pengalaman suka duka luar biasa. kalau suka dengan mengajar anak anak marginal, kami tidak hanya mentransfer ilmu, namun banyak ilmu yang kami dapatkan dengan kami berkecimpung langsung ditengah mereka, yang paling berharga adalah ilmu syukur dan ikhlas karna melihat adik-adik yang berkekurangan mereka tetap bahagia menghadapi hidup. Duka yang kami rasakan adalah betapa mirisnya melihat bagian kecil kota jakarta masih banyak penduduk marginal yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah namun keberadaan mereka masih terpinggirkan atau sama sekali tidak dilihat., untuk anak yang kami bina mungkin kesulitannya terkadang mereka sulit diatur.” Curhat saya ” perihal suka dan dukanya mengajar kaum marjinal.

harapan akan terbentang luas untuk membantu anak jalanan dan pemulung”Doakan kami ya sahabat handai taulan semoga senantiasa selalu istiqomah dan terus mampu mencetak generasi yang berkualitas dan mandiri
Oh ya! Komunitas Rumah Belajar eRBe sangat terbuka loh bagi siapapun yang ingin menjadi relawan, Untuk mendaftar bisa via email:rumahbelajarerbe@gmail.com begitu terlalu Familiar di telinga para sahabat handai taulan.Namun BUKAN SEKEDAR NAMA ATAU SEBUTAN PANGGILAN SAJA

Melainkan mengembalikan Fungsi dan Ruh nya peran kepedulian bersama dalam upaya mencerdaskan anak anak indonesia konsern pada kegiatan belajar dan mengajar ! Di sela2 diskusi saya bersama para sahabat (Relawan Peduli Mengajar) volunter pada beberapa bulan yang lalu maka saya sepakat komunitas ini yang se belumnya akrab dengan sebutan #SANGGAR. saya nyatakan Secara Resmi telah ber Transformasi nama dan sebutan baru yang kini menjadi #Rumah_Belajar_(eRBe)

Oh ya! Komunitas Rumah Belajar eRBe sangat terbuka loh bagi siapapun yang ingin menjadi relawan, Untuk mendaftar bisa via email:rumahbelajarerbe@gmail.com
( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru