oleh

Lion Air Lepas Daftar Hitam, Menlu Aprisiasi Putusan UE

Jakarta, kicaunews.com — Mendengar kabar Uni Eropa (UE) meloloskan Lion Air dalam penilaian, Kementerian Luar Negeri mengapresiasi hal tersebut. Untuk diketahui, larangan terbang Uni Eropa bagi maskapai penerbangan Indonesia pertama kali diberlakukan pada tahun 2007. Selanjutnya, Uni Eropa secara bertahap mencabut larangan terbang bagi beberapa maskapai penerbangan Indonesia pada tahun 2009 dan 2011.

Maskapai seperti Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Indonesia Air Asia, dan Ekspres Transportasi Antarbenua mendapat kesempatan terbang ke benua biru itu. Dijelaskan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, ada andil dari strategi diplomasi pihaknya dalam dicabutnya larangan terbang ini.

”Keputusan untuk mencabut larangan terbang ini merupakan refleksi dari pencapaian diplomasi dan upaya-upaya Indonesia di bidang teknis untuk meningkatkan dan memperkuat keselamatan penerbangan Indonesia,” kata Menlu.

Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan industri penerbangan tercepat di dunia. Sehingga dinilai wajar ketika UE memutuskan memberi kepercayaan kepada otoritas dan maskapai penerbangan Indonesia. Keputusan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, seperti, perluasan akses pasar bagi maskapai penerbangan Indonesia dan memberikan lebih banyak pilihan penerbangan bagi konsumen Eropa.

”Indonesia juga menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan UE dan beberapa negara anggotanya. Perkembangan baru ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pola kerja sama di masa datang,” pungkas Menlu.

Sekedar informasi, ICAO adalah badan di bawah Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) yang berwenang mengenai standarisasi penerbangan di dunia. Beranggotakan 191 negara, ada 36 di antaaranya yangmemiliki hak ekslusif menentukan regulasi penerbangan sipil.(indopos.co.id)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru