oleh

Defisit dan Kemerosotan Ekonomi Dalam Asumsi APBNP 2016, Fraksi Partai Gerindra Ingatkan Pemerintah

Jakarta, kicaunews.com — Pemerintah akan mengajukan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) ke DPR. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meminta pemerintah memperhatikan sunguh-sungguh atas pengajuan APBN Perubahan tersebut.

“Defisit dan kemerosotan ekonomi harus diperhatikan. Gerindra akan kritis dalam pembahasan APBNP karena harus dialokasikan secara maksimal demi kepentingan rakyat,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani

Ahmad Muzani mengatakan, subsidi bagi sektor pendidikan dan kesehatan tidak boleh dikurangi. Anggaran untuk kepentingan orang tidak mampu seperti BPJS, juga tidak boleh berkurang. “Pemerintah memang kurang penerimaan dari sektor keuangan, tapi bukan berarti boleh mengurangi jatah kaum miskin. Banyaknya yang daftar BPJS harus dibarengi peningkatan pelayanan, banyak keluhan pelayanan BPJS belakangan ini,” kata Muzani

“Kami khawatir angka kemiskinan meningkat, Kami sudah ingatkan defisit yang terlalu besar dalam pandangan kami di pengesahan APBN sebelumnya,” katanya.

Pemerintah dinilai terlalu mengasumsikan terlalu tinggi dan tidak realistis dalam pengajuan APBN 2016. Diperkirakan defisit APBN 2016 mencapai Rp 240 triliun. “Apa yang kami ingatkan dulu (terkait defisit pembahasan APBN 2016) sekarang terjadi. Pengajuan Rp 48 triliun untuk penguatan BUMN terlalu besar,” kata Muzani

Muzani mengatakan, penguatan BUMN memang penting tapi di sisi lain keuangan negara memeberatkan. Dengan dialokasikannya anggaran yang begitu besar ke BUMN maka maka sektor-sektor lainnya akan bermasalah.

Sumber : http://www.faryfrancis.net/

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru