oleh

LEGAL OPINION ATAS PERNYATAAN SAUT SITUMORANG #Pernyataan Sikap PB HMI

Jakarta, Kicaunews.com – Thony Saut Situmorang (57 tahun) yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015 – 2020,  tampil sebagai salah satu narasumber dalam acara talk show Benang Merah di stasiun televisi swasta TVONE yang bertajuk “Harga Sebuah Perkara” yang disiarkan secara langsung pada tanggal 05 Mei 2016.

Dalam acara dialog tersebut terdapat satu bagian pernyataan Saut situmorang yang kutipannya sebagai berikut: “orang yang baik di negara ini, mas jadi jahat ketika dia sudah menjabat. Liat aja itu tokoh-tokoh politik itu orang-orang pinter semuanya. Orang-orang itu orang-orang cerdas. Saya selalu bilang kalau di HMI minimal dia ikut LK 1. Iya kan, lulus itu, pintar. Tapi begitu menjadi menjabat dia jadi jahat, curang, greedy (serakah)”.

Saut situmorang menyampaikan pernyataan tersebut dalam kondisi sadar bahwa dirinya sedang diliput dan pernyataannya disiarkan secara langsung ke publik.

DASAR HUKUM

Undang-Undang No 1 Tahun 1946 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

ISU HUKUM

Apakah tindakan yang dilakukan oleh Saut Situmorang dapat disangkakan sebagai tindakan yang melanggar ketentuan pidana Penghinaan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 310 KUHP?

ANALISA HUKUM

Pasal 310 ayat (1) KUHP berbunyi : “Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal demi Pasal (hal. 225) menjelaskan bahwa arti dari menghina adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang.

Berdasarkan rumusan Pasal 310 ayat (1) KUHP, maka unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

Baca juga :  Mau Ganti Pancasila ? Langkahi Dulu Kopiku !

Dengan sengaja
Menyerang kehormatan atau nama baik orang lain
Menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu, dan
Dengan maksud yang nyata supaya diketahui oleh umum.
Adapun menurut Adami Chazawi, mengenai penjelasan unsur-unsur Pasal 310 KUHP adalah sebagai berikut:

Unsur Subjektif: Sengaja dan Maksud

Kejahatan pencemaran terdapat dua unsur kesalahan, yakni sengaja (opzettelijk) dan maksud atau tujuan. Walaupun dalam doktrin, maksud itu adalah juga kesengajaan (dalam arti sempit), yang disebut dengan kesengajaan sebagai maksud. Tetapi, fungsi unsur sengaja dan unsur maksud dalam pencemaran berbeda. Sikap batin “sengaja” ditujukan pada perbuatan  menyerang kehormatan atau nama baik orang (perbuatan dan objek perbuatan). Sementara sikap batin “maksud” ditujukan pada unsur “diketahui oleh umum” mengenai perbuatan apa yang dituduhkan pada orang itu.

Maka unsur yang diliputi oleh sengaja adalah unsur-unsur berikut ini:

Perbuatan menyerang
Objek: kehormatan atau nama baik orang
Dengan menuduhkan suatu perbuatan tertentu.
Sementara unsur yang dituju oleh maksud adalah unsur terang supaya diketahui umum.

Tindakan Saut situmorang dengan menyebut nama “HMI setelah menjadi pejabat menjadi jahat dan curang” dilakukan dengan sengaja untuk diketahui oleh umum mengingat pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara dialog yang disiarkan oleh sebuah stasiun TV nasional yang dapat diakses oleh setiap orang di Indonesia.

Hal ini memperjelas bahwa tindakan saut situmorang bermaksud agar ucapannya diketahui oleh umum.

Perbuatan menyerang

Perbuatan menyerang (aanranden), tidaklah bersifat fisik, karena terhadap apa yang diserang (objeknya) memang bukan fisik tapi perasaan mengenai kehormatan dan perasaan mengenai nama baik orang.

Berdasarkan pernyataan Saut Situmorang ini, siapapun yang mendengar dan melihat siaran langsung tersebut dapat dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa HMI adalah organisasi yang secara sistematis membentuk anggota-anggotanya menjadi jahat, curang dan serakah tatkala menjadi pejabat nantinya. Dalam hal ini, melalui pernyataan Saut Situmorang, penyerangan terhadap nama baik organisasi HMI telah terjadi.

Baca juga :  Surat Untuk Si Ketua Kuning !

Objek: Kehormatan dan nama baik orang

Objek yang diserang adalah rasa/perasaan harga diri mengenai kehormatan (eer), dan rasa/perasaan harga diri mengenai nama baik (goedennaam) orang. Rasa harga diri adalah intinya objek dari setiap  penghinaan, yang menurut Wirjono Projodikoro adalah menjadikan ukuran dari penghinaan. Rasa harga diri dalam penghinaan adalah rasa harga diri dibidang kehormatan, dan rasa harga diri di bidang nama baik.

Kehormatan HMI dan setiap orang yang pernah menjadi anggota HMI ikut terserang akibat pernyataan Saut Situmorang sebagaimana telah diuraikan. HMI diasosiasikan sebagai organisasi yang “hanya” menghasilkan anggota dan alumni yang melakukan perbuatan jahat, curang dan serakah.

Caranya: dengan menuduhkan perbuatan tertentu.

Di atas telah diterangkan bahwa perbuatan menyerang ditujukan pada rasa harga diri atau martabat (mengenai kehormatan dan nama baik) orang, dengan menggunakan kata/kalimat melalui ucapan, caranya dengan menuduhkan suatu perbuatan tertentu. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, Saut Situmorang menjelaskan bahwa anggota-anggota HMI setelah menjadi pejabat dipastikan akan melakukan perbuatan jahat, curang dan serakah. Hal ini memenuhi unsur cara dilakukannnya tindak pidana dalam pasal 310 ayat (1) KUHP diatas yakni dengan menuduhkan hal-hal tersebut kepada HMI.

HMI yang dimaksud oleh Saut Situmorang dalam pernyataannya secara terang dimaksudkan untuk menunjuk organisasi HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM atau yang disingkat HMI. Dalam pernyataannya, Saut Situmorang memberi penjelasan bahwa HMI yang dimaksud adalah HMI yang menyelenggarakan Latihan Kader I (LK I)

Dalam petikan pernyataannya Saut Situmorang menyebutkan, ” kalau HMI minimal LK I…”

LK I merupakan pelatihan anggota tingkat dasar yang sekaligus merupakan ajang perekrutan anggota biasa yang diselenggarakan oleh HMI. Hal ini disebutkan dalam Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga HMI.

Baca juga :  Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Di Mall QBIG Oleh Polsek Pagedangan

Berdasarkan uraian unsur-unsur Pasal 310 ayat (1) KUHP diatas, dalam hemat kami, perbuatan Saut Situmorang sebagaimana telah diuraikan sebelumnya telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana PENGHINAAN.

KESIMPULAN

Tindakan Saut Situmorang yang menuduhkan perbuatan tertentu kepada HMI dalam acara talkshow Benang Merah yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional TVONE telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP.

Demikian Pendapat hukum ini dibuat untuk digunakan sebagai acuan dalam mengambil menentukan sikap dan tindakan hukum.

Jakarta, 7 Mei 2016

Tegar Putuhena, SH., MH.

(A.Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru