oleh

Rachmat Gobel : Pemimpin Harus Bisa Mengayomi, Tidak Boleh Terjebak Politik Praktis

Jakarta, Kicaunews.com – Kita sudah menjalankan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) per 1 Januari 2016. MEA untuk mengisi pasar Asean. Gorontalo setelah 15 tahun menjadi provinsi apa saja yang dihasilkan, apa saja yang diunggulkan dan apakah ujung tombak dalam memasuki MEA tanya Mantan Menteri Perdagangan periode pertama era Pemerintahan Jokowi Rachmat Gobel dalam kata sambutannya pada acara Silaturahmi dan Dialog Nasional dengan tema “Eksistensi Ekonomi, Teknologi & Politik Dalam Perspektif Pemimpin Masa Depan Gorontalo di Hotel Haris Jl. Saharjo Jakarta, kamis (21/4).

Gobel melanjutkan pasar bebas sebenarnya ada ancaman besar dalam pasar bebas. Mampukah kita menghadapi negara Asean. Walaupun kita punya keunggulan dalam sumber daya manusia (SDM). Karena impor kita dari waktu ke waktu terus meningkat dan ekspor kita terseok-seok. Contohnya garmen.

Pakaian dalam bekas dari luar negeri sangat disukai ini menyangkut moral bangsa. Masalah murah menjadi beban bangsa kita.

Saya juga menghambat impor tekstil apakah kita mampu bertarung. Begitu juga penjualan miras di supermarket distop ketika saya Menteri Perdagangan dikhawatirkan akan ada minuman oplosan. Kekuatan kita ada di sumber daya manusia, bagaimana kita berjuang kalau rakyat ketergantungan miras.

Bagaimana kita berfikir untuk kampung halaman Gorontalo. Apa yang sudah dillakukan?. Gorontalo tahun depan melaksanakan pilkada. Pemimpin kedepan harus menjadi Imam yang baik, yang membawa kebaikan. Pemimpin harus bisa mengayomi tidak boleh terjebak politik praktis pungkasnya. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru