oleh

M Idrus : Kesenjangan DKI Sangat Lebar Memperlihatkan Kekuasaan Hari Ini Tidak Toleran Dengan Wong Cilik

Jakarta, Kicaunews.com – Dengan diiringi kesenian Reog Ponorogo, musik angklung dan Tor tor Batak bakal calon Gubernur DKI Jakarta Muhamad Idrus mendatangi Gedung DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Jl. Tebet Raya Jakarta untuk mendaftar penjaringan pilkada DKI Jakarta, rabu (20/4).

Dalam kata sambutannya Idrus menegaskan sengaja membawa kesenian Reog Ponorogo, musik Angklung dan Tor-tor Batak sebagai bagian dari keanekaragaman budaya nusantara. Idrus bercerita tahun 2002 Ibunda Hj Megawati mengeluarkan kebijakan BKM satu Kelurahan mendapat bantuan satu miliar. Alhamdulillah saya mendapat manfaat program tersebut sehingga saya bisa menamatkan kuliah di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Insonesia kenang Idrus bagian sejarah hidup saya.

Idrus menambahkan tahun 2004 saya bagian tim IT pasangan Pilpres Mega- Hasyim. Sesungguhnya keterlibatan saya dengan PDIP sudah sejak lama ujarnya.

Saya lahir dan besar di pesisir Jakarta Utara tepatnya Kali Baru. Kenyataan di Jakarta data yang mencengangkan gini ratio 0,43 sebuah kesenjangan sangat lebar. Tapi ini terjadi karena kesalahan tata kelola Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Seharusnya dengan kesenjangan DKI Jakarta sangat lebar ini memperlihatkan bahwa kekuasaan hari ini tidak toleran dengan wong cilik. Mulai kita berusaha menghadirkan rakyat sejahtera. Sebuah ulangan dari koalisi PDIP-PKS Kalimantan Selatan apakah bisa terjadi di DKI Jakarta. Mudah-mudahan .dihasilkan pemimpin terbaik.

Bakal Cagub Idrus dan ketua tim pemenangan Hadi Nainggolan diterima Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono. Dalam paparannya mengatakan mudah-mudahan ikatan silaturahin politik kedepan semakin baik. Selamat berkompetisi. Dari internal PDIP yang diusulkan Jarot S.H dan Boy Sadikin.

Gembong menerangkan minggu ke-2 tahapan psikotes dan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himsi). Sosok pemimpin Jakarta yang lebih baik tentu mensejahterakan masyarakat. Suatu kehormatan persepsi yang tidak menyatu, hari ini dibuktikan menyatu (PDIP & PKS). PDIP terbuka berkoalisi dengan partai manapun juga. Pak Idrus membawa keanekaragaman dan clear bagi PDIP cetusnya. (Sunarto)

Baca juga :  Jumhur Hidayat: Kekuasaan Bisa Semakin Liar!

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru