oleh

Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah gelar Pengajian rutin

Jakarta. KicauNews.Com – Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, menggelar pengajian rutin di Minggu ke dua tiap bulannya di Masjid Baiturrobi Palmerah Jakbar, Minggu (10/04/16).

Pengajian rutin bulanan ini di hadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah yang juga spesialis bedah Aura, KH. Mustholimin Al Wiyani, pengurus Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, Ustadz Ahmad Ilyas Spdi, Ustadz Mahmudin Azis, alim ulama dan ratusan jamaah.

Kegiatan dzikir dan ta’lim ini dikemas dengan acara pembacaan Qosidah Thowilliyyah oleh tim hadroh Masjid Baiturobbi, pembacaan surat al Wagiah, dzikir shalawat Rizqiyyah, tausiyah dan di akhiri acara bedah Aura.

Mahmudin Azis dalam tausiyahnya membahas tentang manfaat dzikir kepada Allah SWT.

Dzikir sebagai salah satu senjata yang Allah berikan kepada kita, bermanfaat pula untuk menenangkan jiwa para pelakunya. Di zaman yang serba instan ini, -dimana budaya pragmatis sudah mendarah daging, kehidupan ibarat rimba raya, serta aneka hiruk pikuk duniawi yang kadang tidak bermanfaat dan tidak kita inginkan- dimana kesemuanya itu selalu hadir dalam tiap jenak kehidupan kita. Hal ini benar-benar menguras tenaga dan ketenangan jiwa kita sebagai manusia yang secara naluri membutuhkan ketenangan.

Oleh karena itulah, Allah menjanjikan sebuah obat yang sangat mujarab untuk menenangkan hati kita. Tidak perlu bayar mahal, jauh-jauh ke luar negeri dan aktivitas lainnya yang disinyalir bisa memberikan ketenangan. Apalagi dengan berbagai pelampiasan salah kaprah yang justru merugikan pelakunya. Obat dari Allah itu berupa dzikrullah, sebagaimana disebutkan dalam kalamNya,

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” ( Ar Ra’d 13 : 28 )

Allah SWT Berfirman Dalam surat Al – ahzab 41- 42 yang Artinya : “Wahai Orang-orang yang beriman sebut-sebutlah nama Allah SWT sebanyak-banyaknya. Sucikanlah nama tuhannya pagi maupun sore hari. “

Baca juga :  MPW FAHMI TAMAMI DKI Jakarta Mengutuk Keras Pelaku Perusakan Rumah Ibadah

Dalam Ayat lain Q.S Al – Anfal 45 yang artinya : “Maka sebutlah nama Allah SWT sebanyak – banyaknya demikian itu akan melembutkan dirimu. ”

Q.S Al – Imran 141 yang artinya : ” Dan mereka yg menyebut² nama Allah dalam keadaan berdiri dan duduk mengharap ampunan dari Allah SWT.”

Bersabda nabi Muhammad SAW yang diwahyukan dari Abu Darda, berkata Rasullah SAW : ” Maka Ketahuilah amalan yang paling terbaik dari amal kalian & mengangkat derajat kalian setelah kalian mendirikan shalat, berzakat, berpuasa dan berhaji ada yang lebih dari pada itu. “

Berkata Sahabat :”Apa itu ya Rasulullah SAW ..? ”

Maka Rasulullah SAW bersabda : “Ingat kepada Allah dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi”.

Dari Abu Daut Al-Khudri bertanya kepada Rasulullah SAW : “Apakah amalan yang lebih utama nanti di hari kiamat..?”

Bersabda Rasulullah SAW : “memperbanyak menyebut-nyebut nama Allah SWT”.

Bertanya lagi Sahabat: “Bagai mana dengan jihad fi sabilillah ya Rasulullah…?”.

Bersabda Rasulullah SAW : “Walaupun mereka memukulkan pedangnya sehingga keluar darah kepada musuhnya tetap lebih afdol berzikir kepada Allah SWT atas nya dan di angkat derajatnya oleh Allah SWT”.

Diriwayatkan dari Turmidzi dari Abdullah bin Umar radiallahu anhuma,

sesunguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “Tidaklah seseorang menyebut di muka bumi Allah SWT ini subhanallah walhamdulillah wa lailahailallah wallahuakbar, tanpa kecuali terleburlah semua kesalahanya walaupun dosanya seluas lautan”. (riwayat Hakim shohih).

Menyebut-nyebut nama Allah SWT dan memperbanyak menyebut nama-Nya di dalam membaca Al-Qur’an maupun asmaul husna menjadikan orang tersebut dari kerugian di hari kiamat sebagai mana yang diriwayatkan dari Baihaqi dari Aisah radiallahanha bersabda Rasulullah SAW: “Tidak lah semua anak cucu adam dalam keadaan rugi di hari kiamat kecuali orang yang mengingat-ingat Allah SWT di dalam dunia”.

Baca juga :  Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an

Ketahuilah hati itu bagaikan batu cincin maka gosoklah iya dengan berzikir ke pada Allah SWT sehingga iya mengeluarkan cahaya/kilauan, maka orang yang meninggalkan zikir dia akan mendapatkan dua kegelapan hati :

1. Kegelapan noda-noda dosa yang teramat gelap
2. Kerasnya hati

Tidaklah keduanya akan sirna kecuali dengan berzikir kepada Allah SWT. ( Sutrisno )

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru