oleh

Hamidin : Peliputan Terorisme Masih Ditemukan Pelanggaran

Jakarta, Kicaunews.com – Bahwa akhir-akhir ini kita disibukkan oleh teror global kejahatan internasional (extra ordinary crime). Media tidak melakukan glorifikasi teroris. Media melakukan pedoman peliputan terorisme ujar Direktur Deradikalisasi BNPT Hamidin dalam acara “Desimimasi Pedoman Peliputan Profesionalisme Media Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme di Provinsi DKI Jakarta” di Gedung Hall of Blessing Mall ITC Cempaka Mas Jakarta, kamis (7/4).

Hamidin melanjutkan peliputan terorisme masih ditemukan pelanggaran-pelanggaran. Ada media yang yang mendapatkan sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hijrah sebenarnya dari kehidupan tidak teratur ke tempat yang baik. Kalau hijrah teroris mendambakan kematian. Cara kematian dan disiapkan bidadari.

Saat tempoh lalu merekrut calon teroris dengan cara face to face. Dalam pertemuan bisa diprediksi kayaknya anak ini bisa dipilih terus dibaiat. Ada ajaran dipotong sedikit untuk mencari pembenaran. Selain itu perekrutan teroris ada melalui sosial media(sosmed) dan media sosial (sosmed). Face to face contact sudah ditinggalkan. Faham teroris disebar ke medsos dan dia menggali sendiri dari sosmed kemudian timbul jiwa-jiwa heroik. ISIS medannya beber Hamidin.

Masyarakat kita jauh lebih sadar ada _+ 384 orang Indonesia bergabung ISIS. Isu yang diusung isu Islam. Situasi global disampaikan melalui media sosial. Menjadi radikal belajar sendiri membuat bom melalui sosmed. Teroris jihadnya jihad perang. Terorisme hari ini yang diserang pemerintah. Masyarakat tertekan memberikan bantuan.

Masyarakat meminta rasa aman kepada Pemerintah. Peran media saat bom Sarinah ada dua sisi menarik menurut Hamidin. Media lebih objektif mendukung masyarakat dan media memberitakan yang lain. 37 menit pertama pemerintah sudah mampu menangani. Menit ke 57 panser sudah datang dan pemadam kebakaran. Media sukses mengangkat stori berhasilnya pemerintah mengatasi bom Sarinah pungkasnya. (Sunarto)

Baca juga :  Dr Poempida H : Menristekdikti Harus Segera Diganti

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru