oleh

Wow Bupati Bekasi beri ijin Perumahan di Lahan Pertanian 8.000 hektar!

Jakarta, Kicaunews.com – Lembaga Kajian Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Human Studies Institute (HSI) menilai Bupati Bekasi, Hj Neneng Hassanah Yasin telah melanggar Undang-Undang No. 26 Th. 2007 tentang Tata Ruang, dimana dalam pasal 61 mengenai pemanfaatan ruang bahwa setiap orang wajib mentaati rencana tata ruang yang ditetapkan.

Merujuk UU No.26 Th. 2007 tersebut, Bupati telah menabrak Perda Kab. Bekasi No. 12 Th. 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031. Analisa Rasminto, merinci Perda Kabupaten Bekasi No. 12 Th. 2011 yang dilanggar Neneng ada 5 Pasal. Adapun rincian pelanggaran yang dimaksud antara lain adalah Pasal 24 huruf d angka 10; Pasal 29 ayat 3 huruf c; Pasal 34 ayat 1 huruf b; Pasal 34 ayat 1 huruf c; dan Pasal 37 ayat 4 huruf a angka 2. Atas pelanggaran perda tersebut, Neneng dapat dijerat hukum dengan pasal 421 KUHP yang berbunyi “Seorang Pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan”.

Dari data lapangan, HSI mengobservasi terdapat lebih dari 46 titik pembangunan dengan luas hampir 8.000 hektar, yang tersebar di sebagian wilayah Kabupaten Bekasi, yakni ada di Kecamatan Sukakarya, Karangbahagia, Tambun, Cibitung, Tambelang, Babelan, Cikarang, Sukatani, dan Setu.

Dengan uraian perumahannya sebagai berikut; pembangunan perumahan di Kec. Setu terdapat 8 titik, yakni; 1. Griya Setu Permai; 2. Grand Residen Avenue; 3. Grand Mutiara Gading; 4. Mustika Park Place; 5. Kelapa Raya Residence; 6. Miracle Graden Residence; 7. Town House Malaka Asri; 8. Grand Mutiara Gading; lalu ada 3 titik di Kec. Cibitung, yakni; 1. Puri Lestari; 2. Telaga Sakinah; 3. Metland Cibitung; ada 4 titik di Kec. Tambun, yakni; 1. The Palm Residence; 2. Perumahan Darmawangsa; 3. Perumahan Edelweist; 4. Metland Tambun; di Kec. Sukatani terdapat 1 titik yakni Gardenia City; di Kec. Sukakarya ada 1 titik yakni Villa Kencana Cikarang; di Kec. Cikarang terdapat 5 titik, yakni; 1. Taman Permata Cikarang; 2. Padjajaran Residence; 3. Green Sentosa Asri; 4. Harmoni Sukamanah; 5. Bukit Sentosa Residence; di Kec. Tambelang terdapat 2 titik yakni; 1. Perum Kavling Balong Indah; 2. Anastra Village; di Kec. Babelan terdapat 1 titik yakni; Perum Villa Indah Pulo Timaha; dan pembangunan terbanyak terdapat di Kec. Karang Bahagia sebanyak 17 titik yakni; 1. Villa Kencana Cikarang; 2. Cikarang/Karang Bahagia; 3. Puri Cikarang Indah; 4. Palem Garden; 5. Griya Mahakarya; 6. Gramapuri Persada; 7. Graha Insani Sentosa; 8. Mutiara Puri Harmoni 2; 9. Sukaraya Regency; 10. Bumi Kahuripan Indah; 11. Graha Mahakarya Residence; 12. Sukaraya Indah; 13. Bumi Madani Indah; 14. Grand Permata City; 15. Intan City; 16. Kamalia Residence; 17. Karang Anyar Residence.

Baca juga :  Polres Tangsel Gelar Coffe Morning Dengan DKM Se Kecamatan Pamulang

Menurut Direktur Eksekutifnya, Rasminto, pihaknya menilai Neneng telah menghancurkan lahan pertanian, karena telah memberikan ijin pembangunan perumahan di lahan pertanian. Hal ini, sangat bertentangan dari kebijakan Presiden Jokowi dengan program perluasan lahan pertanian 2 juta hektar sebagi upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“MENGACU PADA HAL ITU, KABUPATEN BEKASI SEHARUSNYA MENGEMBANGKAN KAWASAN YANG BERFUNGSI SEBAGAI KAWASAN KETAHANAN PANGAN DARI LAHAN PERTANIAN, NAMUN IA MENYAYANGKAN BUPATI BEKASI JUSTRU GENCAR MEMBANGUN KAWASAN PEMUKIMAN DI ATAS LAHAN PERTANIAN TERSEBUT”.

Sehingga, atas dasar itu HSI menekankan kepada pihak berwajib untuk menindak lanjuti pelaporan ini. Pelaporan ini sejatinya sebgaia upaya keberlanjutan lingkungan dan menjaga kelestarian lahan pertanian sebagai program utama ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat berharap kepada aparat penegak hukum untuk bertindak sesuai peraturan dan terciptanya keadilan dan kelestarian lingkungan,” pungkas Rasminto.(RED)

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru