oleh

A.M. Fatwa : Yang Menjadi Embrio Teror Bagi Globalisasi Adalah Adanya Dominasi, Hegemoni dan Diskriminasi

Jakarta, Kicaunews.com – Walaupun perkembangan teknologi informasi sering dianggap sebagai peretas batas negara dan menjadikan dunia sebagai desa kecil (small village), namun eksistensi nasionalisme tak bisa runtuh ujar politisi senior A. M. Fatwa dalam seminar dengan tema “Strategi Mengantisipasi Ancaman Terorisme Demi Mewujudkan Stabilitas NTB & NKRI” di Hotel Gren Alia Cikini Jakarta, minggu (3/4).

Ketua BKD DPDRI Fatwa melanjutkan pergumulan nilai-nilai agama (islam) dalam menggelorakan nasionalisme dalam konteks sejarah Imdonesia terlihat jelas dalam pendirian syarikat-syarikat Islam yang menjadi obor perlawanan. Relasi nilai-nilai agama dengan semangat ethnie versi Smith diatas disebut dapat disebut nasionalisme religius yang menggelorakan perlawanan terhadap ancaman eksistensi dirinya.

Fatwa menegaskan secara praksis, peran Islam dalam menggelorakan nasionalisme tidak terlepas dari paham yang meletakkan negara sebagai sebuah keniscayaan yang harus dibela, dipelihara dan ditegakkan eksistensinya.

Apapun namanya ketika sebuah faham atau idiologi memicu lahirnya tindak kekerasan, maka ia menjadi ancaman yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan universal. Dan itulah terorisme yang sesungguhnya. Maka dalam konteks ini terorisme bisa merupakan ekspresi perorangan, lembaga bahkan negara sehingga muncul state terrorism. Yaitu negara yang secara sengaja memupuk tumbuh suburnya tindak kekerasan seperti yang terjadi di Irak, Afganistan dan Palestina. State Terrorism dalam hal ini Amerika dan Israel imbuh Fatwa.

Padahal ada.embrio yang menyebabkan terjadinya penguatan nasionalisme religius yang dalam batas tertentu menjelma menjadi teror bagi globalisasi, yaitu dominasi, hegemoni dan diskriminasi pungkasnya.(Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru