oleh

Erik Satrya Wardhana : Reshuffle Bagian Penting Konsolidasi Politik

Jakarta, kicaunews.com — Apakah semua pembantu presiden sama visinya?. Apakah pembantu prrsiden pemahaman masalahnya sama? Apakah punya kemampuan?. Misal Menteri Pertanian tidak mengerti siklus pertanian kan repot juga.

Demikian Kata Ketua DPP Partai Hanura Erik Satrya Wardhana dalam diskusi yang diadakan Populi Center bekerja sama demgan Smart FM Network membahas dalam persfektif Indonesia dengan topik “Cukupkah Hanya Reshuffle” di Gado-Gado Boplo Jl. Gereja Theresia Menteng Jakarta, sabtu.(2/4).

Erik meneruskan, yang dipentingkan parpol adalah portofolio. Soal kompetensi Menteri untuk kepentingan umum. Ada reshuffle waktunya lebih panjang. Gini rasio (kesenjangan) begitu tinggi 0,41. Penyederhanaan perizinan kalau menghadapi MEA relatif siap.

Dalam proses politik reshuffle untuk menyelesaikan 2 hal bersamaan. Relasi eksekutif dan legislatif. Punya kompetensi berkomunikasi politik dengan lebih baik. Pinginnya parpol berkuasa. Orang-orang yang direkrut yang punya kriteria. Presiden tahu menteri mana yang mau diganti. Politik dijalankan untuk kemakmuran.

Belanja non program 70%,  Potensi menjadi lebih parah. Menurut saya kita mendorong ekonomi diluar negara bergerak lebih cepat. Tekanan kepada APBN dari berbagai kepentingan menjadi berat. “Parpol juga akan kesulitan mendapat sumber dana, Harus segera dilakukan peningkatan ekonomi, saya khawatirkan ada bencana” tegas Erik.

Reshuffle perlu tapi tidak perlu buru-buru, Reshuffle bagian penting konsolidasi politik, Kabinet lakukan segera konsolidasi secara terukur. Reshuffle menentukan tiga tahun kedepan, Terlalu sering reshuffle tidak baik juga. “Saya kira masyarakat menilai prises lambat reshuffle karena kehati-hatian presiden,” tutup Erik. ( Sunarto )

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru