oleh

Dengan Musrenbangnas, Tujuan Pembangunan Dapat Dicapai Dengan Mengoptimalkan Seluruh Sumber Daya

Jakarta, Kicaunews.com — Teknis perencanaan dan anggaran adalah memastikan tujuan pembangunan dapat dicapai dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya (pemerintah, perbankan dan swasta) dan meningkatkan efisiensi,.efektivitas dan keadilan alokasi pengeluaran atau belanja pemerintah, penyaluran kredit perbankan dan investasi swasta ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas Arifin Rudiyanto dalam diskusi dwi mingguan dengan tema Sosialisasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2016 dan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2017 di Gedung Bappemas Jakarta,.kamis (31/3)

Arifin melanjutkan proses perencanaan dan penganggaran adalah optimalisasi sumber daya (pemerintah, perbankan dan swasta) untuk mencapai tujuan pembangunan dan memperbaiki kualitas belanja.

Perencanaan yang tidak terintegrasi serta tidak terpadunya perencanaan dan penganggaran menjadi kunci permasalahan tidak efektif dan efisiensinya pelaksanaan sehingga banyak sasaran pembangunan yang tidak tercapai.

Anggaran untuk mencapai tujuan yang sama atau untuk penyelesaian suatu masalah yang sama akan dipadukan ke dalam lembaga yang ditunjuk untuk memimpin kegiatan tersebut (money follows program) oleh Project Management Unit (PMU) yang dibentuk di lembaga yang ditunjuk tersebut.

Pemaduan anggaran tersebut sejalan dengan RKP yang tematik, holistik dan terintegrasi sambil menunggu revisi UU Keuangan Negara dan UU Perbendaharaan Negara.

Arahan Presiden terkait penyusunan RKP 2017 (Hasil sidang kabinet 10 Pebruari 2016).

  1. Setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan anggaran disetiap Kementrian/ Lembaga (K/L) yang dipimpinnya. Tidak boleh masalah anggaran hanya diserahkan kepada Biro Perencanaan.
  2. Anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
  3. Kebijakan anggaran belanja yang dilakukan tidak berdasarkan money follow function, tetapi money follow program prioritas, tidak perlu semua tugas dan fungsi (tusi) dibiayai secara merata pungkas Arifin. (Sunarto)
Baca juga :  Komitmen Roemah Djoeang Jakarta Utara Mengkawal Pemerintahan Anies-Sandi

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru