oleh

Taufik Ismail : Belum Ada Ideologi Sesadis dan Sekejam Komunis Ini

Jakarta, Kicaunews.com – Hati-hati orang kehilangan tanpa merasa kehilangan. Peristiwa G0S PKI jangan dianggap sebagai kekisruhan masyarakat. Fakta sejarah membuka faktual bahwa kegiatan kudeta menghilangkan nyawa. Peristiwa G30S PKI tengah malam adalah tindakan makar/ kudeta ujar Eksponen 66 Hakim Sorimuda Pohan dalam diallog interaktif dengan tema “Kudeta G30S PKI Dalam Persfektif Supersemar 1966” di.Graha 66 TIM Jl. Cikini Raya Jakarta, selasa (29/3).

Dialog interaktif diadakan oleh DPP Laskar Ampera Arief Rahman Hakim angkatan 66.
Dihadiri Firdaus Wajdi, Hakim Sorimuda Pohan, Kivlan Zain, Shidki Wahab, Taufik Ismail, Para Aktivis dan generasi muda mahasiswa.

Hakim melanjutkan dalam kesempatan yang sempit sekalipun tetap dimanfaatkan kader-kader PKI untuk kudeta. Setengah abad silam kita dibantai oleh cakrabirawa. Kita Mahasiswa mendapat perlindungan dari kujang dan RPKAD. Informasi supersemar penyerahan kekuasaan kepada Pak Harto saya terima dari Kemal Idris ujar Hakim.

Menurut Taufik Ismail dalam kurun waktu 74 tahun komunis di dunia di 76 negara sudah membunuh 120 juta jiwa manusia atau membunuh 4.500 jiwa setiap harinya. Pertama mereka korban kerja paksa membangun gedung-gedung dan bertani. Kedua mereka korban kelaparan dan ketiga mereka korban pembantaian imbuh Taufik.

Belum ada ideologi sesadis dan sekejam komunis ini. Ada 18 doktrin/ cara yang harus dijalankan partai komunis. Pelajaran pertama partai komunis adalah berdusta pungkas Taufik. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru