oleh

Eksponen muda lintas Iman (Emli) mengusulkan 12 Bacawagub Kristen untuk mendampingi Adhyaksa Dau

Jakarta, Kicaunews.com – Oponi masyarakat terkait dengan pilkada dki jakarta mulai mengarah ke sentimen bernuansa SARA atau suku, agama, ras dan antargolongan. Menurut Achmad Suhawi dalam konversi press di fx senayan (17/03) hal ini bisa makin mengeras akibat statemen Ahok yang cenderung provokatif apalagi bila tim suksesnya melakukan hal serupa.

Berbahaya jika Ahok atau Basuki Tjahja Purnama kemudian diasosiasikan sebagai personifikasi yang merepresentasikan Kristen atau etnis Thionghoa, padahal orang kristen atau tiong hoa yang baik dan santun itu banyak, tambah Suhawi saat Konferensi Pers Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) yang mengusulkan 12 nama Bacawagub non Muslim untuk berpasangan dengan Adhyaksa Dault dalam Pilkada Provinsi Jakarta.

Adapun dari nama 12 bacawagup Diantaranya. Melchias markus mekeng (politisi/pemikir ekonomi), benny mamoto (purnawirawan perwira polri),  Gorys mere (purnawirawan perwira polri), Alex retraubun (akademisi/mantan wakil menteri perindustrian), Natalis pigai ( komisioner komnas Ham), Johnson panjaitan (pegiat hukum dan ham), Garin nugraha (sineas),  Bakti hendra prawiro (pengusaha), jerry sambuaga(akademisi), akidah buyer ( pengusaha), eka sari lorena surbakti (pengusaha).
Sementara itu Adhyaksa Dault  : saya membuka komunikasi dengan tokoh-tokoh kirsten. Dari awal sy katakan membangun jakarta yang teguh dan beriman dan nasional religius. Saya sangat kenal dengan tokoh-tokoh yang diusulkan ini. Sy akan komunikasi dengan mereka jika bersedia dan mencari yang terbaik.

Buat saya demokrasi adalah proses pembelajaran bangsa terutama jakarta. Sy tegaskan sy maju dlm rangka untuk membangun jakarta yang lebih baik dari sekarang, untuk membangun jakarta yang dr take line kita teguh beriman dan jika ini tak berhasil ini bagian dr proses tak masalah proses pendewasaan bgs kita. Bagi saya tak akan menggunakan cara-cara yang salin menjatihkan. Kemungkinan saya maju melalui jalur independen. Jika aturan 20 % sangat berat untuk independen, jika ada partai yang lamar sangat bersyukur.

Baca juga :  PILKADA DKI 2017, bukan masalah Agama dan Suku !
Saya tak mau maju jadi cawagub karena orientasi saya bukan untuk cari kekuasaan. Saya maju untuk jadi gubernur ingin perubahan yang lebih baik lagi. Ada beberapa yang harus diperbaiki atau dilengkapi yaitu asep human capital, human eksternal internal. Dan saya akan mengeluarkan sembilan manifesto untuk jakarta dalam waktu dekat ini.
Editor : Rahmat Saleh
Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru