oleh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Sabilillah

Jakarta, kicaunews.com Ahad – (27/03),Masjid Sabilillah yang berlokasi di jalan Sulaeman cipinang melayu, mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara di mulai bada sholat subuh. Pembacaan tahlil di lantunkan, kemudian di lanjutkan dengan pembacaan kisah maulid Nabi Muhammad SAW kitab Simtuduror, bergantian para habib membacakan kisah maulid tersebut.
Selesai pembacaan maulud, di lanjutkan dengan doa maulid kemudian di lanjutkan dengan tausiah agama.

Al Habib Muhammad al Idrus mengatakan dalam tausiah nya, kita beruntung hadir maulid, karena saat ini zaman sudah edan terbukti anak sudah bunuh bapak nya, bapak bunuh anak, dan lain sebagainya, karena itu sungguh beruntung kita yang hadir dalam peringatan maulid di masjid sabilillah ini.

Rasulullah patut kita tiru, karena akhlak beliau akhlaq Al Quran, Nabi bukanlah manusia biasa seperti kita, beliau sang Revolusioner, sanggup merubah dunia hanya dalam waktu 23 tahun, orang barat pun mengakui Nabi Muhammad orang yang paling berpengaruh dalam peradaban dunia ini.
Lebih lanjut Habib Muhammad mengatakan banyak banyak lah membaca surat Alam Nashroh agar kita di berikan kelapangan terutama rezeki kita.

Al Habib Ahyad Banahsan menyampaikan tausiah berikut nya mengatakan bahwa kita beruntung hadir maulid ini, karena hari ini hari libur kita hadir maulid, orang beserta orang yang di cintai. Kita cinta kepada Nabi Muhammad SAW, dan kita nanti di akhirat bersama Nabi Muhammad SAW. Dan kita harus Istiqomah dalam ibadah.karena Istiqomah itu sangat luar biasa faedah.

Dunia ini terlaknat, semua yang ada di dunia terlaknat kecuali yang Ingat atau Zikir kepada Allah, oleh karena itu marilah kita Zikir atau ingat pada Allah.

Baca juga :  Pelantikan Pengurus Karang Taruna Kec. Gunungsindur Kab. Bogor

Banyak sekali para habib dan ulama yang hadir dalam peringatan maulud nabi ini,juga di hadiri ratusan jamaah.
Setelah tausiah selesai, di lanjutkan dengan doa, kemudian panitia menyiapkan santapan jasmani, nasi kebuli satu nampan tiga orang.

A.Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru