oleh

Imbau Kemendikbud, BPK RI : Masih Banyak Administrasi Aset yang Harus Dikelola

Jakarta, kicaunews.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menyerahkan draf Laporan Keuangan Tahun Anggaran (LKTA) 2015 tepat waktu. ‘’BPK mengapresiasi Kemendikbud karena sudah memberikan draft laporan keuangan di awal Maret, berarti sangat tepat waktu,’’ ujar Anggota VI Bahrullah Akbar usai menerima draft LKTA 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan di Gedung BPK, Jakarta, kemarin.

BPK, lanjut Bahrullah, akan memeriksa draft laporan sampai 31 Mei mendatang untuk kemudian mengeluarkan opini. Kemendikbud meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK dalam dua periode terakhir, yakni pada 2013 dan 2014.

BPK memberi sejumlah catatan kepada Kemendikbud. Salah satunya adalah terkait administrasi aset yang masih belum terselesaikan. Masih ada sejumlah aset Kemendikbud yang di gunakan Kementerian lain atau sebaliknya.

Sebagai contoh, aset Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia saat ini masih tercatat sebagai milik Kemendikbud, tapi dalam pemakaianya kini berada dibawa Kementerian Ristek-Dikti. Total nilai aset di bidang ini diperkirakan mencapai Rp 103 triliun.

Hal sama juga terjadi pada aset Balai Pelestarian Cagar Budaya yang dikelolah Kemendikbud, saat ini digunakan oleh Kementerian Pariwisata. ‘’Itu beberapa contoh. Masih ada beberapa contoh. Masih ada beberapa lainnya perlu diselesaikan segera,’’ tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru