oleh

Insinyur Teknik Sipil Indonesia Siap Meanghadapi Persaingan Global

Jakarta, Kicaunews.com – Insinyur Teknik Sipil adalah salah satu dari delapan profesi yang akan terkena dampak kebijakan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang tertuang dalam Asean Mutual Recognition Arrangement (MRA). Adapun MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah Asean kata perwakilan Glendale Partner J. Scott Younger dalam diskusi dengan topik ” Insinyur Indonesia Siap Menatap Persaingan Global, Pencapaian Status Internasional Bagi Insinyur Teknik Sipil Indonesia” di Resto Bakoel Coffie Jl. Cikini Raya Menteng Jakarta, selasa (22/3).

Menurut Scott sampai saat ini Indonesia belum memiliki sistem akreditasi yang diakui secara internasional dibidang teknik sipil. Sehingga sulit bagi perusahaan Internasional yang bekerja di negeri ini untuk bisa menilai kompetensi insinyur lokal yang terlatih.

Pemerintah Inggris melalui Institution of Civil Enggineers (ICE) berdasarkan persetujuan dan dukungan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Bappenas, melakukan program sertifikasi kepada Insinyur Indonesia dalam jangka waktu sebelas bulan kedepan. Adapun tujuan program ini untuk menyiapkan metodologi, lingkungan pekerjaan yang sesuai dan bantuan teknik kepada para insinyur Indonesia.

Acara diskusi ini juga dihadiri Prosperity Fund Manager British Embassy Jakarta Nofa Farida Lestari. Mereka yang lulus program ini dapat memiliki status pengakuan gelar berupa “Member of Institution of Civil Engineers (MICE).

Tahapan program sertifikasi akan ditempuh oleh para insinyur terpilih yang memiliki kualifikasi tertentu. Melalui pengkajian profesiona dengan mendapatkan keanggotaan dari British Institution of Civil Engineers (ICE). Diharapkan Insinyur Indonesia siap menghadapi persaingan global dan dimulai lewat kompetisi MEA 2016 pungkasnya. (Sunarto).
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru